Suara.com - Pengadaan mobil dinas (mobdin) Bupati Ina Narulita senilai Rp 1,9 miliar diakui luput dari perhatian Badan Anggaran atau Banggar DPRD Kabupaten Pandeglang.
Salah satu Anggota Banggar DPRD Hadi Mawardi mengakui pihaknya kurang detail dalam mempelajari Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) dari Komisi I selaku mitra kerja dari Setda.
Meski begitu, ia mengatakan penerimaan dokumen Rencana RKPD tersebut dilakukan gelondongan.
"Iya luput (dari perhatian), karena kami menerima RKPD secara gelondongan," katanya, Selasa (12/3/2019).
Hadi berdalih, dalam proses perencanaannya, telah dibahas Komisi I sebagai mitra kerja Setda. Namun, pihaknya berjanji akan menelusuri proses tersebut.
"Ini menjadi perhatian kita semua, paling tidak kami akan telusuri kembali karena memang pembahasan itu sifatnya bundelan anggarannya itu. Sehingga tidak kita telaah satu per satu karena banyak randis yang pada waktu itu dianggarkan, seperti di beberapa OPD," jelasnya.
Meski berjanji akan menelusurinya, Hadi menyatakan, jika pembelian sesuai dengan regulasi yang berlaku, tidak akan mempermasalahkannya.
"Tapi bila pembelian Randis itu sesuai dengan regulasi, tidak masalah. Apalagi melihat kapasitas mobil yang dibeli sebesar 2.500 CC, maka sesuai dengan ketentuan," sambungnya.
Sebelumnya, aktifis antikorupsi mengecam pengadaan mobil dinas (mobdin) Bupati Pandeglang Banten yang mencapai Rp 1,9 miliar. Para aktifis mencurigai pengadaan mobdin tersebut tidak mematuhi azas kepatuhan.
Baca Juga: Pernikahan Humanis Jadi Tren, Bisa Turunkan Angka Perceraian?
Direktur Akademi Antikorupsi Ade Irawan mengemukakan kondisi tersebut menunjukan elit di daerah tersebut tidak peka dengan masyarakatnya.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
-
Kedubes AS Diserang, Cristiano Ronaldo Tinggalkan Arab Saudi
-
Bukan Cuma Bupati! KPK Masih Kejar Sosok Penting Lain Terkait OTT Pekalongan
Terkini
-
Meski Kehilangan Istri, Haji Suryo Tanggung Penuh Biaya dan Sekolah Korban Kecelakaan
-
Jaringan Perburuan Gajah Sumatera Dibongkar, Kadiv Humas: 15 Tersangka Diamankan!
-
OTT Pekalongan: 11 Orang Termasuk Sekda Tiba di Gedung KPK, Apa Peran Bupati Fadia Arafiq?
-
JIS Kini Terhubung ke Ancol dan Stasiun KRL, Anies Baswedan: Alhamdulillah
-
Babak Baru Kasus Hasbi Hasan, KPK Laporkan Linda Susanti ke Polda Metro Jaya
-
Duduk di Tengah SBY dan Jokowi, Prabowo Pimpin Silaturahmi dan Diskusi di Istana Merdeka
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Pramono Anung Mau Sikat Terminal Bayangan, Wajibkan 26.500 Pemudik Lewat Jalur Resmi
-
KPK Ungkap OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terkait Outsourcing di Sejumlah Dinas
-
Titip Pesan ke Ahok Lewat Veronica Tan, Pramono Anung: Urusan Sumber Waras Sudah Beres