Suara.com - Keluarga korban penculikan pada peristiwa 1998 menyatakan penolakannya terhadap Calon Presiden Prabowo Subianto. Dengan memendam duka lama, mereka mengutarakan kekesalannya atas tuduhan dalang pelanggaraan HAM kepada Prabowo di peristiwa berseharah tersebut.
Mereka bahkan ramai - ramai memakai kaos hitam bertuliskan #KalahkanCapresPelanggaranHAM saat melakukan konferensi pers di Hotel Gran Cemara, Gondangdia, Jakarta Pusat. Sikap yang demikian seolah menunjukan antipati mereka terhadap Prabowo. Para keluarga korban sekaligus juga menyatakan dukungannya untuk capres petahana Joko Widodo.
"Untuk ke depan saya memakai kaos tulisannya Anda bisa baca sendiri #KalahkanCapresPelanggarHAM. Jadi lain kata mari lah kita memilih capres yang bukan melanggar HAM ini. Lain kata dari itu harapan saya kepada pemerintah di dalam Pemilu yang akan datang yang jelas kami korban konsisten mendukung Jokowi untuk periode yang kedua pasti ini dan pasti," kata Utomo Raharjo, ayahanda dari Petrus Bimo Anugerah yang menjadi korban Pelanggaran HAM 1998, Rabu (13/3/2019).
Selain Utomo, orang tua serta saudara dari korban 98 lainnya mendeklarasikan dukungan yang sama. Mereka juga meminta untuk tidak ada yang mendukung Prabowo. Pelarangan untuk mendukung Prabowo itu didasari dari keyakinan para keluarga korban jika Prabowo merupakan pelaku pelanggaran HAM.
"Dan saya kira kita semua sudah tahu pada tahun 2014 kami berjuang kepada KPU untuk menggugurkan agar Pak Prabowo tidak diikutsertakan dalam pilpres waktu itu. Tetapi kami tidak tahu dan tidak berwenang hanya berjuang sehingga sekarang ada momen yang tepat juga agar di mana Pak Prabowo mencalonkan diri untuk jadi presiden dan Pak Jokowi mencalonkan diri," ujar Paian Siahaan orang tua dari Ucok Munandar Siahaan.
"Nah dua kandidat ini yang paling bisa kami terima adalah Pak Jokowi karena mempunyai harapan, karena tidak memiliki keterlibatan dalam kasus ini hanya waktunya belum tepat," sambungnya.
Berita Terkait
-
Survei Konsepindo: Jokowi - Maruf 55 Persen, Prabowo - Sandi 33,2 Persen
-
Pria Gempal Berpeci Bikin Heboh Bandara Pekanbaru, Diteriaki Prabowo KW
-
Tim Prabowo: Silent Diplomacy Siti Aisyah Melahirkan Kebohongan Baru
-
CEK FAKTA: Heboh Video Prabowo Tabok Pendukung Sendiri, Benarkah?
-
Ajak Mahasiswa Coblos Satu, Menristekdikti: Jangan Coblos Dua di Pilpres
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti
-
Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi
-
Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi
-
Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi
-
Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah
-
Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa
-
Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM
-
Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"
-
Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan
-
Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK