- Sebuah video kericuhan dan dugaan penganiayaan pegawai toko ritel di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, menjadi viral di media sosial.
- Insiden bermula dari perselisihan tabrakan mobil dengan motor, kemudian keluarga pengemudi diduga menganiaya pegawai ritel pada Sabtu (31/1/2026).
- Beberapa pegawai terluka, namun korban belum membuat laporan resmi kepada Polsek Pasar Minggu untuk penyelidikan lebih lanjut.
Suara.com - Sebuah video yang memperlihatkan kericuhan dan dugaan penganiayaan terhadap sejumlah pegawai toko ritel di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, viral di media sosial.
Peristiwa itu disebut terjadi di Jalan Ampera Raya pada Sabtu (31/1/2026) dini hari.
Video tersebut salah satunya diunggah oleh akun Instagram @pasarminggu24jam dan @jakartakota24jam.
Dalam video terlihat sejumlah orang berkumpul di area parkir yang dipenuhi sepeda motor, sementara beberapa individu tampak terlibat adu mulut hingga aksi kekerasan.
Sedangkan dalam keterangan unggahan disebutkan, sejumlah pegawai ritel menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok orang.
Berdasarkan informasi yang beredar, insiden bermula saat sebuah mobil diduga menabrak sepeda motor yang terparkir di area toko ritel tersebut.
Pemilik motor kemudian meminta pengemudi mobil bertanggung jawab atas kejadian itu. Pengemudi sempat menyatakan akan menyelesaikan persoalan dan menghubungi keluarganya.
Namun, situasi justru memanas setelah sekelompok orang yang disebut sebagai keluarga pengemudi datang ke lokasi. Mereka diduga melakukan penganiayaan terhadap para pegawai ritel.
Akibat kejadian tersebut, beberapa pegawai mengalami luka-luka. Aksi kekerasan itu juga terekam kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian.
Dalam unggahan yang sama, disebutkan bahwa para korban memilih tidak melapor ke kepolisian karena khawatir akan terjadi serangan susulan.
Kapolsek Pasar Minggu Kompol Anggiat Sinambela membenarkan adanya peristiwa perselisihan tersebut. Namun korban menurutnya hingga kekini belum membuat laporan.
“Sesuai dengan yang di Instagram tersebut, ada perselisihan, sudah dicek ke lokasi pada saat kejadian, akan tetapi yang merasa korban belum membuat laporan di Polsek,” kata Anggiat saat dikonfirmasi, Senin (2/2/2026).
Saat ditanya apakah kepolisian tetap akan menyelidiki peristiwa tersebut meski belum ada laporan resmi, Anggiat menegaskan pihaknya masih menunggu langkah dari korban.
“Menunggu yang merasa korban,” ujarnya singkat.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi yang diterima Polsek Pasar Minggu terkait dugaan penganiayaan tersebut. Polisi mengimbau pihak yang merasa dirugikan untuk segera melapor agar peristiwa itu dapat ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku.
Berita Terkait
-
Polisi Segera Buka Kartu Soal Kasus Penganiayaan yang Menjerat Habib Bahar
-
Kronologi Habib Bahar Jadi Tersangka: Dijerat Pasal Berlapis, Dijadwalkan Diperiksa 4 Februari
-
Berawal dari Ingin Salaman, Anggota Banser Diduga Dikeroyok: Habib Bahar Kini Resmi Jadi Tersangka
-
Resmi! Bahar Bin Smith Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Anggota Banser di Tangerang
-
Terdalam 3,5 Meter! Warga Pejaten Timur Terjebak di Lantai Dua, Pemandangan di Dalam Rumah Bikin Syok
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Bukan Sekadar Isu! Said Didu Bongkar Alasan JK Khawatir Indonesia Chaos Juli-Agustus Mendatang
-
Kader Demokrat Dilaporkan ke Kemen PPA Atas Tuduhan Kekerasan Psikis ke Istri dan Penelantaran Anak
-
BNI Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr Tak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk
-
'Mirip Nazi!' Wakil Ketua MPR Kecam Keras UU Hukuman Mati Israel bagi Tawanan Palestina
-
Gara-gara Bak Sampah dan Tatapan Sinis, Eks Ojol di Bekasi Sewa Orang Siram Tetangga Pakai Air Keras
-
Dude Herlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa Bareskrim Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun, Ini Faktanya
-
Fakta-fakta Penggeledahan Rumah Ono Surono, Uang Ratusan Juta Disita Hingga Drama CCTV Dimatikan
-
Trump Klaim Hancurkan Jembatan Terbesar Iran, Menlu Araqchi: Kehancuran Moral Amerika Serikat!
-
Bantah 'Disingkirkan' Karena Ungkap Kasus Korupsi, Polda Sulut: Aipda Vicky Pensiun Dini
-
Satgas PRR Percepat Huntap dan Huntara Demi Hunian Layak Penyintas Bencana