Suara.com - Viralnya isu kiamat sudah dekat yang menggegerkan warga Jatim terus berkembang hingga kini. Kondisi tersebut menyebabkan Kepolisian Daerah (Polda) Jatim turun tangan.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengemukakan informasi yang dihimpun kepolisian ditemukan adanya beberapa faktor yakinnya para jemaah jika kiamat sudah dekat.
Bahkan, para jemaah ada diminta menjual aset yang dimiliki untuk bekal akhirat dengan cara disetorkan ke pondok.
"Mereka (jemaah) menyebarkan isu bahwa Ramadhan tahun ini akan ada huru hara (perang) dan jemaah diminta membeli pedang seharga 1 juta rupiah," ujarnya.
Barung melanjutkan, jemaah yang tidak membeli pedang, diharuskan menyiapkan senjata di rumah. Hal tersebut membuat keresahan di masyarakat sekitar.
Selain itu, ada juga isu yang menyatakan akan terjadi kemarau panjang selama tiga tahun mulai 2019 – 2021, sehingga mengakibatkan paceklik.
"Jemaah diminta menyetor gabah per orang 500 kilogram," ujarnya.
Sebelumnya, dikabarkan 52 warga Desa Watubonang Probolinggo pindah ke Malang. Mereka menjual aset yang dipunya, karena dikabarkan akan terjadi kiamat dalam waktu dekat.
Namun, Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Falahil Mubtadiin Kabupaten Malang, KH Ramli Soleh Syaifuddin mengklarifikasi informasi yang menyebut dirinya mengeluarkan fatwa kiamat.
Baca Juga: Wah! Ini Dia Motivasi Utama Ezra Walian Tembus Skuat Timnas Indonesia U-23
Kiai Ramli Soleh Syaifuddin menegaskan, informasi tentang fatwa hari kiamat yang beredar adalah bohong alias hoaks. Ia menjelaskan, informasi itu sebenarnya bersumber dari program tiga bulanan jelang Ramadan yang selalu digelar ponpes.
"Kami selalu melaksanakan program tiga bulanan jelang Ramadan. Ini sudah masuk tahun ketiga. Jadi, dalam seruan, saya menerangkan tentang 10 tanda kiamat,” kata Kiai Ramli, Kamis (14/3/2019).
Berita Terkait
-
Dituduh Sebar Isu Kiamat, Kiai Ramli: Kami Tunggu Meteor saat Ramadan
-
4 Fakta Mengejutkan di Balik Ramalan Kiamat Ponorogo, sampai Gagal Kawin
-
Isu Mau Kiamat, Warga Ponorogo Lari ke Malang sampai Jual Rumah
-
Spesialis Pencuri Motor Petani Diringkus Polda Jatim, Satu Pelaku di Dor
-
Yoyok Ditembak Mati, Polisi Gagalkan Penyelundupan Sabu Seharga Rp 5 Miliar
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Kasus Suap Mahasiswa UBK, BEM UMY: Tak Bisa Selesai Hanya dengan Maaf
-
Usut Kasus Silmy Karim, KPK Geledah Kantor Biro Jasa di Bali
-
Dua Kebakaran Serang Duren Sawit Dini Hari, 23 Jiwa Terdampak dan Ratusan Juta Rupiah Ludes
-
KPK Periksa 13 Saksi Kasus Silmy Karim di Jakarta dan Bali, ASN Hingga Swasta Dicecar
-
Kafe MIlik Gofar Hilman di Melawai Terbakar Gara-Gara Percikan dari Fryer
-
Jakarta Menuju 500 Tahun, Pemprov Genjot Transportasi, Pendidikan, dan Penataan Permukiman
-
Indonesia Punya Potensi PLTS Besar, tapi Kenapa Baru Sedikit yang Terpakai?
-
JC Ditolak Kejagung, Kubu Sony Sonjaya Tetap Ancam Bongkar 'Dosa' Pejabat di Kasus MBG
-
Militerisasi Masuk Sektor Agraria, Konflik Lahan Naik 300 Persen pada 2025
-
Bukan Atas Nama Cinta, MUI Tegaskan Penganiaya YTR di Bandung Tak Boleh Lolos dari Hukuman Berat