Suara.com - Polisi telah menahan Ramyadjie Priambodo setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembobolan rekening nasabah bank swasta melalui modus skimming. Lewat modus ini, total kerugian yang dialami nasabah bank swasta diperkirakan mencapai Rp 300 juta.
"Iya (sudah kami tahan)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi Suara.com, Minggu (17/3/2019).
Namun, Argo tak menjelaskan secara rinci kapan penahanan terhadap Ramyadjie itu dilakukan.
Diketahui, Ramyadjie ditangkap polisi di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan pada akhir Februari 2019 lalu. Penangkapan itu dilakukan setelah polisi menerima laporan dari korban pada 11 Februari lalu.
Selain menangkap tersangka, polisi turut menyita sejumlah barang bukti seperti peralatan skimming, telepon seluler dan satu buah kartu ATM. Dua buah mesin ATM warna putih yang sudah ada duplikasi data nasabah bank itu turut disita polisi.
Sejak mencuatnya kasus penangkapan ini, Ramyadjie dikabarkan merupakan keponakan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. Namun, Argo belum mengetahui apakah tersangka itu masih memiliki hubungan darah atau tidak dengan Prabowo.
Dia hanya menyampaikan, polisi menangani kasus tersebut untuk menindaklanjuti laporan dari korban.
"Kami enggak tahu (keponakan Prabowo atau bukan), tanyakan saja sendiri," kata dia.
Baca Juga: Lucunya Sedah Mirah Jalan di Catwalk Bareng Sang Ibu Kahiyang Ayu
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia
-
Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru
-
Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah
-
Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal
-
'Nak Keluar Sayang', Noel Minta Putrinya yang Berseragam Sekolah Keluar Sidang karena Ditegur Hakim
-
7,36 Persen Warga Indonesia Tanpa Air Bersih, Teknologi Ini Jadi Harapan Baru?
-
Kasus Dokter Internship Meninggal, Menkes Minta Audit Medis Tindakan RS
-
Maut Mengintai di Balik 'Jalan Pintas', 57 Nyawa Melayang Sia-sia di Jalur Kereta Daop 1 Jakarta
-
Eks Wamenaker Noel Ngaku 'Gak Tahu' Terima Ducati Harus Lapor KPK: Saya Menyesal Banget
-
ICW Laporkan Dugaan Korupsi Sertifikat Halal Rp49,5 Miliar di Badan Gizi Nasional ke KPK