Suara.com - Sebuah gerai pertukaran uang atau money changer bernama BMC PT. Bali Maspin Tjinra di Jalan Pratama Nomor. 36, XY, Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Bali Selasa (19/3/2019) dini hari menjadi sasaran kawanan perampok yang berpakaian jaket warna hijau.
Para pelaku menggasak isi brankas yang berisi uang tunai diduga sebesar Rp 900 juta serta valas asing senilai 5.600 dolar Amerika Serikat setelah menganiaya tiga karyawan money changer. Para perampok yang diduga berjumlah 5 orang ini mengikat dan melakban para korban dan disekap di sebuah ruangan.
Terkait kasus ini, Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan mengaku masih melakukan penyelidikan secara mendalam lewat pemeriksaan saksi dan rekaman kamera pengawas atau CCTV yang terpaksa di lokasi perampokan.
"Ya nanti saja. Kami masih menyelidiki kasus ini dulu. Kami masih memeriksa saksi saksi dan rekaman CCTV sebagai bukti petunjuk,” kata Ruddi seperti dikutip Beritabali.com--jaringan Suara.com, Rabu (20/3/2019).
Di hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi perampokan, polisi menemukan lakban warna hitam yang dipakai untuk menyumpal mulut korban, tali tambang warna hijau untuk mengikat korban dan satu buah magazen SS1 berisi 1 peluru diduga milik perampok. Selain mengenakan jaket berwarna hijau, ciri-ciri lain dari perampok ini mengenakan jaket warna hijau, celana panjang jeans, memakai topeng, membawa pisau dan linggis.
Diinformasikan, kawanan perampok masuk dari pintu belakang dan melumpuhkan karyawan dengan cara memukul dan menodongkan pisau. Dua karyawan yang diduga dianiaya dan disekap itu adalah, Mohammad Sandriadi (20), Gedi Kurniawan dan Abdul Karim.
Aksi perampokan itu diduga berawal saat Sandriadi sedang duduk di belakang sebelah pintu sedang main handphone. Tiba tiba, datang beberapa orang tak dikenal masuk lewat pintu belakang dengan cara mendorong pintu.
“Perampok masuk lalu memukul saksi Mohammad Sandriadi di bagian muka satu kali dan dua perampok lainnya menyerang saksi Gedi Kurniawan dan Abdul Karim,” terang sumber Beritabali.com itu.
Selanjutnya, kawanan rampok mengikat karyawan dengan menggunakan tali dan lakban. Agar tidak kabur, karyawan dimasukkan ke dalam kamar belakang. Para korban baru bisa menyelamatkan diri setelah para pelaku sudah kabur dengan menggondol uang hasil rampokan di money changer tersebut.
Baca Juga: Wiranto: Penyebar Hoaks Soal Pemilu Sama Seperti Terorisme
“Para karyawan ini berhasil meloloskan diri ikatan dan kemudian melaporkan ke Polsek Kuta Selatan,” jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Guru PPPK Jadi Pegawai Pusat, Pengamat UGM Soroti Ancaman Sentralisasi dan Beban APBN
-
Gelar Apel Siaga 27 Agustus, Fahira Idris: Bang Japar Ajak Warga Jaga Jakarta
-
DPR Soroti Risiko Diskriminasi Bantuan Gempa NTT di Tengah Pilkades
-
Dituduh Ngamuk dan Tunjuk-Tunjuk Pengacara Ruben Onsu, Sarwendah: Sebagai Ibu Wajar...
-
DPR Dukung Perpres Timah Rakyat, Biar PT Timah Bisa Beli 3.000 Ton Hasil Warga
-
Serbaguna! 5 Pelembap Wajah dan Tubuh Ampuh Mengunci Kelembapan Kulit
-
Menhub: Sejumlah Penerbangan di Kalimantan Batal Imbas Asap Karhutla
-
Gedung Bapenda DKI Terbakar Lagi! Ruang Arsip Lantai 11 Hangus, Petugas Masih Siaga Pendinginan
-
Gelombang Panas Laut Makin Sering Terjadi, Apa Dampaknya bagi Ekosistem dan Masyarakat Pesisir?
-
Gagal ke Final Piala AFF 2026, Singapura Tetap Bangga Bisa Pulangkan Timnas Indonesia