Suara.com - Umat Muslim yang menjadi korban pembantaian dan pembakaran hidup-hidup—termasuk di antaranya kaum perempuan dan anak-anak—di Mali bertambah dari 134 orang menjadi 157 jiwa.
PBB sendiri telah mengirim para pakar hak asasi manusia ke Mali bagian tengah untuk melakukan penyelidikan independen.
Konflik antaretnis tersebut awalnya terjadi antara suku Dogon yang berprofesi sebagai pemburu dengan suku penggembala Fulani tahun 2018. Kekinian, konflik meluas ke seluruh Sahel, wilayah gersang antara gurun Sahara di utara dan Sabana Afrika di selatan.
“Kami mengirimkan 10 spesialis HAM, agen perlindungan anak, dan dua penyelidik ke wilayah tersebut,” kata Juru Bicara misi PBB Olivier Salgado, Rabu )27/3/2019) seperti diberitakan Reuters.
Ketua jaksa penuntut Pengadilan Kriminal Internasional Fatou Bensouda mengatakan, bakal mengirimkan delegasi ke Mali untuk menjadi tersangka utama pembantaian tersebut.
Seorang pejabat dari kota terdekat mengatakan, orang-orang bersenjata berpakaian sebagai pemburu Dogon menyerang desa-desa yang dihuni oleh para penggembala Fulani. Dogon mencurigai Fulani menyembunyikan militan Islam. Namun, suku Fulani membantah.
Pembantaian itu terjadi kurang dari seminggu setelah militan Islamis menyerang pos tentara yang menewaskan 23 serdadu di Mali tengah. Serangan itu diklaim oleh kelompok yang berafiliasi dengan Al Qaeda.
Tag
Berita Terkait
-
134 Muslim Mali Afrika Dibakar Hidup-hidup saat Dikunjungi Delegasi PBB
-
Wow, Hukum Gravitasi Tak Berlaku di Desa Ini
-
Empat Jenazah Korban Pembantaian di Bekasi Dibawa ke Gereja
-
Pembunuhan Satu Keluarga di Pondok Gede, Jumlah Pelaku Misterius
-
Spiderman Selamatkan Balitanya, Sang Ayah Asyik Main Pokemon Go
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
Mojtaba Khamenei 2 Kali Lolos dari Maut Serangan AS-Israel
-
Iran Diminta Fokus Lawan Amerika Serikat Tanpa Ganggu Keamanan Negara-Negara Arab
-
Rusia dan China Bersatu Bantu Iran Lawan Amerika Serikat Pakai Satelit Canggih Hingga Rudal Pembunuh
-
Drone Murah Iran Shahed-136 Berhasil Bikin AS dan Israel Pusing Karena Boros Biaya Amunisi
-
Merengek Ketakutan Putra Benjamin Netanyahu Kabur ke AS saat Israel Dihujani Rudal Iran
-
Pramono Anung Siapkan 25 Ruang Terbuka Hijau Baru di Jakarta
-
Netanyahu Disalip Babi? Merlin Babi Pintar dengan Jutaan Followers di Instagram
-
Dompet Warga AS Tercekik, Harga BBM Meroket Cepat dalam Setahun, Trump Bisa Apa?
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Nyoman Parta: Serangan Air Keras ke Aktivis HAM Alarm Bahaya bagi Demokrasi