Suara.com - Aksi seorang guru SD honorer berinisial YT benar-benar membuat kaget sekaligus geram warga di Kenagarian Taeh Baruah, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, terutama keluarga korban. YT yang dikenal baik dan cerdas itu justru tega mencabuli belasan siswanya sendiri.
Mirisnya lagi, aksi bejat itu dilakukan YT di ruang kepala sekolah serta rumah dinas guru yang lokasinya satu komplek dengan sekolah tempatnya mengajar itu. Kelakuan YT akhirnya terbongkar pada Rabu (27/3/2019) setelah keluarga korban mengepung rumah pelaku.
Dikutip dari Covesia.com (jaringan Suara.com), Karwidarsov selaku kepala sekolah tempat guru YT mengajar mengatakan, pelaku ternyata sudah menunjukkan gelagat aneh sejak 6 bulan terakhir.
Saat rapat dengan komite sekolah dan wali murid, Karwi mengaku sempat merekomendasikan agar YT diberhentikan. Alasanya, ia merasa ada yang dalam diri guru YT. Hal itu tampak dari kelakukannya sehari-hari. Hanya saja, Karwi tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Namun, usulan sang kepala sekolah itu ditolak oleh komite sekolah serta wali murid. Bahkan selepas itu, YT sering membawa pisau ke sekolah saat mengajar.
“Enam bulan yang lalu sudah saya rekomendasikan untuk berhenti, karena ada gelagat yang aneh-aneh dalam diri dia. Hanya saja apa itu saya tidak tahu. Bahkan saat rapat dengan komite sekolah dan wali murid, pernah saya rekomendasikan untuk diberhentikan. Tapi ditolak. Setelah itu, kerap kali dia bawa pisau ke sekolah dan mengajar," ungkap Karwidarsov kepada Covesia.com saat dikonfirmasi, Jumat (29/03/2019).
Dengan ditolaknya rekomendasi itu, Karwi mengaku susah untuk mengambil keputusan sepihak. Ditambah lagi keseharian YT di lingkungan sekolah terbilang cukup baik. Bahkan di mata para wali murid, ia adalah sosok yang kreatif dan pintar.
“Saya akui dia adalah orang yang pintar dan kreatif. Dia bisa komputer dan mengajar sangat cakap. Ditambah lagi dia aktif mengajar pramuka di sekolah. Makanya mudah mengambil hati komite sekolah dan wali murid. Tapi setiap melihat dia, ada saja hal mengganjal di hati saya. Ini guru ada hal yang aneh yang dia perbuat," kata Karwi.
Bahkan Karwi juga sempat memperingatkan YT untuk tidak membuka bimbel pada malam hari di rumah dinasnya. Sebab, yang diajar adalah anak-anak SD yang notabene masih kecil. Hal-hal buruk bisa saja terjadi pada malam hari.
Baca Juga: Ibu Kubur Bayi Hidup-hidup di Purwakarta karena Alami Baby Blues Syndrom
"Pernah saya tegur untuk tidak membuka jam bimbel pada malam hari di rumah dinas. Ditambah lagi rumah itu di lingkungan sekolah. Tapi tidak digubris oleh YT," imbuh dia.
Diketahui, berdasarkan pengusutan polisi, aksi bejat itu diketahui telah berlangsung sejak 2017 lalu. Demi merayu murid-muridnya, sang guru cabul tersebut mengiming-imingi nilai bagus kepada muridnya hingga memberikan uang jajan Rp 5 ribu.
Bagi siswa yang menolak, maka diancam akan diberi nilai yang jelek.
Kepada polisi, pelaku mengaku terakhir kali mencabuli muridnya adalah pada Sabtu malam, 2 Februari 2019 sekitar pukul 22.00 WIB. Pencabulan terakhir itu dilakukan pelaku di rumah dinas guru yang ditempatinya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Indonesia Punya Potensi PLTS Besar, tapi Kenapa Baru Sedikit yang Terpakai?
-
JC Ditolak Kejagung, Kubu Sony Sonjaya Tetap Ancam Bongkar 'Dosa' Pejabat di Kasus MBG
-
Militerisasi Masuk Sektor Agraria, Konflik Lahan Naik 300 Persen pada 2025
-
Bukan Atas Nama Cinta, MUI Tegaskan Penganiaya YTR di Bandung Tak Boleh Lolos dari Hukuman Berat
-
Waduk di Dunia Diam-Diam Kehilangan Kapasitas Air: Sedimentasi Jadi Ancaman yang Sering Terabaikan
-
BEM UBK Ngaku Terima Uang, PSI Bela Gibran: Tak Mungkin Mas Wapres Main-main dengan Mahasiswa
-
Skandal Suap BEM UBK Usai Bertemu Gibran di Istana, Siapa Bermain?
-
2 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Tewas saat Latihan Militer, Ini Penyebabnya
-
Teriak 'Kaki Saya Patah' saat Jaga Demo di DPR, Ternyata Ini Diagnosis Medis AKBP Adri Desas
-
Kritik Pedas Mobilisasi Siswa Batam Demi Program MBG: Menyesatkan dan Tak Mendidik