Suara.com - Calon Presiden Jokowi menyindir jangan sampai ada pihak yang sengaja menakut-nakuti rakyat dengan marah-marah terus di Pemilu 2019 ini. Meski Jokowi tidak menyebut pihak itu.
Hal itu dinyatakan Jokowi pada kampanye akbar Jokowi - Maruf Amin di Stadion Singaperbangsa Karawang, Selasa (9/4/2019).
"Jangan sampai ada yang menakut-nakuti, ada yang pesimis, jangan sampai ada yang suka marah-marah betul," ujar Jokowi.
Jokowi menyebut massa yang datang harus bergembira. Karena menurutnya sudah seharusnya pesta demokrasi adalah pesta kegembiraan bagi rakyat.
Massa yang hadir di Stadion Singaperbangsa tampak mengenakan kaos bergambar Jokowi-Ma'ruf Amin. Ada juga yang mengenakan baju partai serta mengenakan caping berwarna merah putih dengan gambar paslon capres cawapres nomor urut 01.
Massa kampanye terdiri dari relawan, warga Karawang simpatisan Jokowi - Maruf Amin dan massa kekuatan inti partai politik yang tergabung dalam koalisi capres-cawapres nomor urut 01 serta muslimat NU se-Jawa Barat.
Kampanye terbuka ini juga dihadiri Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Maruf Amin, Erick Thohir. Acara juga dimeriahkan oleh penyanyi nasyid Hadad Alwi. Hadad yang mengajak massa menyanyikan lagu Ilir-ilir yang telah digubah.
Pemilihan Presiden 2019 diikuti oleh dua pasang calon. Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. (Antara)
Baca Juga: Prabowo Gebrak-gebrak Podium, TKN: Karakter Dasar Calon Presiden
Tag
Berita Terkait
-
Prabowo Gebrak-gebrak Podium, TKN: Karakter Dasar Calon Presiden
-
Jusuf Kalla: Pemilih Golput karena Kebingungan, Bukan Kecewa dengan Jokowi
-
Haddad Alwi Buka Kampanye Jokowi di Karawang: Jokowi Pilihanku
-
Bisik-bisik Jokowi Jika Target Suara di Karawang Gagal Tercapai
-
Intip Harga Mic yang Terpental Digebrak Prabowo saat Bahas Antek Asing
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Jabat Sekjen Kementan, Harta Mertua Dwi Sasetyaningtyas Tembus Rp3 Miliar Lebih
-
Tolak Hukuman Mati ABK Fandi Ramadan di Kasus 2 Ton Sabu, Legislator DPR: Bukan Aktor Dominan
-
Polisi Ungkap Kendala di Balik Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Konten Kreator Cinta Ruhama
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Propam PMJ Datangi SPBU Cipinang, Usut Oknum Aparat Diduga Aniaya Pegawai Hingga Gigi Copot
-
Balas Pledoi Kerry Riza, Jaksa Minta Hakim Tolak Seluruh Pembelaan Anak Riza Chalid
-
Lasarus Klarifikasi Soal Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret: Bukan Ditutup, Tapi Dibatasi
-
Penampakan Before-After TNI Bersihkan Lumpur di Rumah Warga Terdampak Bencana di Aceh
-
Update RUU PPRT dan Revisi UU Ketenagakerjaan di DPR, Partisipasi Publik Digelar Mulai 15 Maret
-
Tragis! Ibu di Sumbawa Tega Bakar Anak Gegara Tolak Cari Pakan Ternak