Suara.com - Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno merespon aksi pengeroyokan Audrey oleh 12 siswa SMA di Pontianak, Kalimantan Barat. Menurutnya aksi tersebut jadi salah satu dampak dari penggunaan gadget yang seharusnya diawasi.
Sandiaga menilai pengeroyokan Audrey bukan aksi yang sehat. Dirinya sangat memahami aksi bullying merupakan salah satu dampak dari perkembangan sosial yang diperoleh anak-anak muda melalui gadget.
"Saling membully dan itu sama sekali tidak sehat. Karena ini adalah bagian daripada efek dampak sosial dari perkembangan dari sosial dengan gadget dengan sosial media," kata Sandiaga di Istora Senayan, Rabu (10/4/2019).
Menurutnya ke depan masyarakat bisa memberikan pendidikan kepada anak-anak masa depan bangsa bukan fokus ke pendidikannya namun juga kepada kepribadian dari anak itu sendiri.
Di bawah Prabowo - Sandiaga, konsep pendidikan yang sudah berjalan nantinya akan dikolaborasikan dengan dunia kewirausahaan. Sehingga nantinya anak-anak muda selain bisa mengejar pendidikan, juga akan disibukan dengan belajar kewirausahaan sebagai bentuk kegiatan positif.
"Link and match antara dunia usaha dan sistem pendidikan kita akan lebih baik sehingga masyarakat khususnya anak-anak muda mereka punya kegiatan-kegiatan yang positif seperti kewirausahaan ada kegiatan olahraga itu bisa lebih positif," pungkasnya.
Untuk diketahui, Audrey, siswi SMP berusia 14 tahun babak belur dikeroyok oleh 12 orang siswi SMA karena urusan asmara. Tak hanya dipukul, dicekik, dan ditendang, alat kelamin gadis belia itu juga berusaha dirusak oleh para pelaku. Peristiwa pengeroyokan itu sendiri terjadi pada akhir Maret lalu, dan baru menarik perhatian publik setelah dilaporkan ke polisi oleh keluarga korban pada 5 April.
Terkait kasus ini, polisi telah menetapkan tiga orang tersangka.
Sejak kasus ini mencuat, tagar #JusticeForAudrey menduduki puncak topik terpopuler Twitter dunia pada Selasa malam (9/4/2019) hingga Rabu dini hari waktu Indonesia. Tagar itu digunakan untuk mendukung Audrey.
Baca Juga: Polisi Sebut 12 Siswi yang Keroyok Audrey Dilakukan Secara Spontan
Sementara melalui laman daring Change.org, sedikitnya 2,7 juta orang sudah menandatangani petisi agar Polda Kalbar mengambilalih kasus itu dan menghukum para pelaku pengeroyokan Audrey.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Dibungkam Vietnam 0-3, Peluang Indonesia ke Semifinal AFF 2026 Kian Berat
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan