Suara.com - Calon Wakil Presiden atau Cawapres Sandiaga Uno akan menggunakan hak pilihnya, Rabu (17/4/2019). Sandiaga akan mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 002 Jalan Sriwijaya 2, kelurahan Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Sandi menuju TPS dari kediaman orang tuanya, Razif Halik Uno dan Mien Rachman Uno dengan berjalan kaki bersama istrinya, Nur Asia Uno dan tiga anaknya. Sepanjang perjalanan dari rumah orang tuanya, Sandi diiringi lantunan salawat.
Sandiaga juga terlihat membahas film dokumenter yang sedang viral, Sexy Killers bersama pendukungnya. Ia mengaku belum sempat menontonnya.
"Oh iya sexy killers ya, belum sempat nih," kata Sandi di Kebayoran baru Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019).
Pantauan Suara.com, Sandi mengenakan peci hitam dan baju koko putih serta celana berwarna krem. Mantan Wagub DKI Jakarta itu mendapat pengawalan kepolisian dan relawan pendukung pasangan Prabowo - Sandiaga.
Sandi tiba di TPS 002 pukul 07.35 WIB. Ia dan keluarganya ikut mengantre bersama warga lainnya yang terdaftar di TPS yang sama.
Film Sexy Killers disutradarai oleh Dandhy Dwi Laksono dan digarap tim Watchdoc. Dalam film tersebut, Dandhy dan Watchdoc menceritakan apa yang dialami oleh masyarakat sipil yang tinggal dekat dengan proyek-proyek pembangkit listrik.
Secara berani, film Sexy Killer menampilkan bagan para tokoh atau pemilik saham perusahaan-perusahaan yang bermain di balik proyek-proyek pembangkit listrik. Mereka umumnya aktif menjadi bagian yang kini sedang berkompetisi dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019).
Beberapa nama yang 'disenggol' antara lain dua putra Presiden Joko Widodo, yakni Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pengarep.
Baca Juga: Ditanya Soal Film Sexy Killers, Sandiaga: Bukan Film Seks Kan?
Ada pula Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Dewan Penasehat Tim Kampanye Nasional (TKN) Osman Sapta Odang dan Wakil Bendahara TKN Haji Isam.
Di kubu 02, nama Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno ikut bertengger. Keduanya dilaporkan meraup keuntungan dari proyek-proyek pembangkit listrik yang berdampak pada masyarakat sekitar.
Watchdoc menyediakan form khusus dan melakukan verifikasi untuk pihak-pihak yang ingin menyelenggarakan nobar.
Sejak 5 hingga 13 April 2019, nobar film Sexy Killer tercatat di 476 titik di seluruh Indonsesia. Rata-rata peserta nobar mencapai 30 hingga 50 orang di tiap titik, ada pula yang mencapai ratusan.
Menurut Didit, pencapaian ini tak lepas dari partisipasi publik yang ikut mempromosikan film Sexy Killer. Hal ini wajar, sebab isu yang diangkat dinilai sangat menarik dan belum banyak diketahui publik.
Berita Terkait
-
Ditanya Soal Film Sexy Killers, Sandiaga: Bukan Film Seks Kan?
-
Hari Ketiga Diunggah di Youtube, Film Sexy Killers Tembus 8 Juta Penonton
-
Malam Jelang Coblosan, Prabowo - Sandiaga Doa dan rapat di Kertanegara
-
Usai Nyoblos, Sandiaga ke Rumah Prabowo Pantau Perolehan Suara
-
Sandiaga Minta Warga Datang Pagi-pagi ke TPS, Kenapa?
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Bela Donald Trump, Ketua DPR AS Sebut Paus Leo XIV Harusnya Siap Dikomentari
-
PM Armenia Pamer Kedeketan dengan Rusia, Komunikasi Sangat Intensif
-
Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran
-
Rusia Bela Hak Nuklir Iran, Lavrov Sebut Pengayaan Uranium untuk Tujuan Damai
-
Kisah Siswa Pulau Batang Dua Tempuh Ujian Kelulusan di Tenda Pengungsian
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?
-
Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Polri Longgarkan Syarat Pajak Kendaraan Bekas di Seluruh Daerah!
-
Eropa Bersiap AS Keluar dari NATO, Trump yang 'Mencla-mencle' Jadi Sorotan Jerman