Suara.com - Capres dan Cawapres nomor urut 1 Jokowi - Maruf Amin unggul sementara atas Capres dan Cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019.
Hal tersebut berdasarkan quickcount alias hitung cepat Pilpres 2019 yang dilakukan Litbang Kompas, Rabu (17/4/2019) pukul 15.00 WIB.
Dalam hitung cepat terhadap 2000 sampel TPS di seluruh Indonesia, Jokowi - Maruf Amin meraup 55,37 persen suara pemilih.
Sementara Prabowo Subianto - Sandiaga Uno baru mendapat 44,63 persen suara pemilih.
Kekinian, sampel suara yang sudah masuk ke Litbang Kompas mencapai 38.00 persen. Dari jmlah itu, 79,02 persen suara sah. Sementara suara tidak sah 1,82 persen, dan suara tidak digunakan sebanyak 19,15 persen.
Untuk diketahui, Pilpres 2019 yang digelar pada 17 April 2019, diikuti oleh 190.770.329 pemilih.
Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang ditetapkan KPU paling banyak ada di Jawa Barat, yakni 33 juta individu.
Wilayah lain yang mencatatkan jumlah pemilih lebih dari 10 juta adalah Jawa Timur dan Jawa Tengah, masing-masing 30,9 juta dan 27,8 juta.
Provinsi dengan jumlah DPT paling sedikit adalah Kalimantan Utara tercatat 450 ribu pemilih.
Baca Juga: Habis Nyoblos Cari Hiburan, Empat Ribu Kendaraan Padati Ancol
Sementara jumlah TPS Pilpres 2019 mencapai 809 ribu unit. Angka ini hampir dua kali lipat lebih banyak dibandingkan Pilpres 2014 yang hanya 477 ribu.
Berita Terkait
-
Jokowi - Ma'ruf Amin Menang Telak di 2 TPS Markas FPI
-
Prabowo Menang Telak di TPS Tempat Tinggalnya, Jokowi Cuma Dapat 6 Suara
-
Di TPS Prabowo, Warga dan Awak Media Dapat Makan Gratis
-
Wawali Kota Bandung: Pencoblosan di TPS Sukamiskin Aman dan Lancar
-
Nyoblos di Malang, Mendikbud Muhadjir Sempat Salah Masukkan Surat Suara
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
PLN Hadirkan Diskon 50 Persen Tambah Daya Listrik hingga 27 Juli 2026
-
Doraemon the Movie: Misteri Kapal dan Bangkitnya Sistem Otomatis Atlantis!
-
Bom Rakitan di MAN 3 Padang Jadi Alarm, Pakar Minta Sekolah Perkuat Ruang Dialog
-
HP Apa yang Kameranya Bagus selain iPhone? Ini 5 Rekomendasi Terbaik sesuai Review
-
Feng Shui Pintu Utama 2 Daun Apakah Bagus untuk Rumah? Ini Penjelasannya
-
Eks Pimpinan KPK Desak Prabowo Perintahkan KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Ini Alasannya
-
Strategi QRIS dan BRImo, Strategi UMKM Pemalang Ini Sukses Perluas Jangkauan Pasar
-
Hari Anak Nasional: Mengapa Orang Tua Perlu Berhenti Menuntut Anak Menjadi Sempurna?
-
Izin Freeport Diperpanjang hingga 2061, Legislator PDIP Tagih Kontribusi Nyata untuk Papua
-
Aksi Bakar Ban di Kejati Jatim, Massa KEMAKI Tuntut Jaksa Berhenti Cari-Cari Kesalahan