Suara.com - Calon Presiden dan Wakil Presiden Jokowi - Maruf Amin menang telak di Bulgaria, Makedonia Utara, dan Albania di Pilpres 2019. Hasilnya Jokowi - Maruf Amin dapat 58 suara, dan Prabowo - Sandiaga 9 suara.
Penghitungan suara di TPSLN Sofia yang mencakup WNI yang tinggal di Bulgaria, Makedonia Utara, dan Albania secara resmi dibuka pukul 08.00 pagi waktu setempat sesuai instruksi KPU, dan dimulai dihitung bersama-sama disaksikan masyarakat dan diaspora Indonesia di Bulgaria mulai pukul 9.30.
Sekretaris pertama Pensosbud KBRI Sofia, Nurul Sofia mengatakan acara penghitungan suara juga disiarkan secara live di facebook KBRI dan PPLN Sofia untuk menjamin transparansi.
Sementara itu untuk DPR RI, terdapat total 48 surat suara sah dan lima surat suara dari metode POS yang dinyatakan tidak sah. Rincian perolehan suara adalah sebagai berikut PDIP mendapat 19, Nasdem 10 suara dan PSI enam suara, PKS empat suara dan Gerindra dan PPP masing-masing dua suara sementara Garuda, PAN, Demokrat, PBB dan Golkar masing-masing satu suara.
Secara umum kegiatan penghitungan berlangsung dengan lancar, aman dan tertib. Masyarakat pun antusias hadir dan menikmati hidangan nusantara seperti udang saus padang, daging kalio, tempe bacem, dan soto tahu setelah acara penghitungan.
Putera, diaspora eks mahid tahun 1960an yang sudah bertahun-tahun tinggal di Bulgaria turut senang bisa melihat langsung penghitungan suara pemilu sebagai bagian dqri kecintaanya terhadap Indonesia.
Ketua PPLN Sofia, Zaenal Mutakin, menyampaikan apresiasinya atas partisipasi warga yang tinggi dalam pemilu serta terima kasihnya atas dukungan berbagai pihak sehingga acara penghitungan berjalan dengan lancar.
Dubes Indonesia di Sofia, Sri Astari Rasjid, menyatakan puas dengan proses perhitungan suara di KBRI Sofia yang baru saja usai dalam suasana penuh keakraban , aman, lancar dan sukses. Hal ini berkat keseriusan dan ketelitian kerja team PPLN serta dukungan segenap staff dn keluarga KBRI Sofia dalam melaksanakan pesta demokrasi bersama. (Antara)
Baca Juga: Wapres JK Minta Pilpres dan Pileg Dipisah saat Pemilu 2024
Berita Terkait
-
Ini Peta Kekuatan Paslon Capres dan Cawapres Berdasar Quick Count
-
Prabowo Tak Percaya Quick Count Lembaga Survei? Warganet Ingatkan Video Ini
-
Di TPS Bekas Lokalisasi Dolly, Jokowi - Maruf Amin Menang Telak
-
Di Rejang Lebong, Prabowo - Sandiaga Unggul di Sejumlah TPS
-
TKD Jatim Klaim Jokowi - Maruf Menang di 31 Kabupaten/Kota
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Safari Ramadan ke Ponpes di Klender, Kaesang Pangarep Didoakan Jadi Presiden
-
Demo Mahasiswa Jadi Berkah Ramadan, Pedagang Starling Raup Cuan 3 Kali Lipat
-
Lalai Awasi Kasus Hogi Minaya, Mantan Kapolresta Sleman Dicopot dari Jabatan
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!