Suara.com - Warga RT 01, RW 06, Kelurahan Cililitan, Jakarta Timur, mengungsi di sepanjang Jalan Cililitan-Condet. Sebab banjir setinggi 2,5-3 meter merendam permukiman mereka sejak Jumat pukul 05.00 WIB.
Sebagian warga mulai meninggalkan rumah pada pukul 06.00 WIB setelah memindahkan perabotan ke lantai dua. Beberapa dari mereka baru naik pukul 08.00 WIB, setelah dijemput tim SAR dengan perahu karet.
Mia, warga setempat mengatakan air setinggi pinggang orang dewasa memasuki rumahnya pada pukul 05.00 WIB. Tiga jam kemudian, air sudah naik hingga nyaris menyentuh lantai dua.
Mia dan tiga orang anaknya pun dievakuasi oleh tim SAR pada pukul 08.00 WIB dan mengungsi di pinggir jalan.
"Ini yang terparah di 2019. Dulu pernah kaya gini tahun lalu, beberapa bulan (banjir) tidak setinggi ini. Semoga cepet surut," kata Mia.
Ia berharap pemerintah segera menyediakan lahan kosong untuk pengungsian agar korban banjir tidak berkerumun di pinggir jalan sehingga menyebabkan kemacetan sepanjang satu kilometer di Jalan Cililitan-Condet.
Banjir merendam sebagian wilayah Jakarta pada Jumat dini hari karena air Sungai Ciliwung meluap sejak Kamis malam.
Kepala UPT Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta M Ridwan mengatakan luapan air Sungai Ciliwung akan melewati 13 wilayah, di antaranya Srengseng Sawah, Rawajati, Pengadegan, Cikoko, Pejaten Timur, Kebon Baru, Bukit Duri, Balekambang, Cililitan, Bidara Cina, Kampung Melayu dan Manggarai. (Antara)
Baca Juga: Jakarta Banjir, Anies Minta Keruk Sampah Pintu Air Manggarai Tanpa Henti
Tag
Berita Terkait
-
Jakarta Banjir, Anies Minta Keruk Sampah Pintu Air Manggarai Tanpa Henti
-
Jakarta Banjir, Jakarta Bangun 2 Bendungan Tahan Air Masuk Ibu Kota
-
Dua Wali Kota di Jakarta Dapat Tugas Khusus dari Anies Tangani Banjir
-
Jakarta Banjir, Anies Pastikan Gedung Pemprov Terpasang Drainase Vertikal
-
Jakarta Banjir, Begini Penampakan Sampah Menggunung di Pintu Air Manggarai
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
-
Selamat Jalan Eyang Meri, Pendamping Setia Sang Jenderal Jujur Kini Beristirahat dengan Damai
-
Sosok Meriyati Roeslani, Istri Jenderal Hoegeng yang Meninggal pada Usia 100 Tahun
Terkini
-
MGBKI Dukung Putusan MK soal Kolegium Dokter Spesialis, Tegaskan Independen dan Berlaku Langsung
-
Perluasan Digitalisasi Bansos di 41 Daerah, Gus Ipul: Transformasi Bangsa Mulai Dari Data
-
Menko Yusril: Pemerintah Siapkan Kerangka Aturan Cegah Risiko TPPU di Sistem Pembayaran Cashless
-
Kewenangan Polri Terlalu Luas? Guru Besar UGM Desak Restrukturisasi Besar-Besaran
-
Keppres Adies Kadir jadi Hakim MK Sudah Diteken, Pelantikan Masih Tunggu Waktu
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Kabar Krisis Iklim Bikin Lelah, Bagaimana Cara Mengubahnya Jadi Gerakan Digital?
-
Anggota DPR Tanya ke BNN: Whip Pink Mulai Menggejala, Masuk Narkotika atau Cuma Seperti Aibon?
-
Lisa BLACKPINK Syuting di Kota Tua, Rano Karno: Bagian dari Proyek Raksasa Jakarta
-
Saat Daerah Tak Sanggup Bayar Gaji ASN, Siswa SD di NTT Menyerah pada Hidup Demi Buku Tulis