Suara.com - Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno menanggapi rencana Ijtima Ulama III yang akan digelar dalam waktu dekat ini. Sandiaga menilai maksud ulama menggelar Ijtima Ulama III itu untuk memastikan pemilu 2019 berjalan bermartabat.
Hal itu disampaikan Sandiaga usai menghadiri acara 'Dialog Penciptaan Lapangan Kerja OK OCE' di Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (28/4/2019). Sandiaga mengatakan tidak hanya ulama semua masyarakat juga mengingatkan Pemilu 2019 ini berjalan jujur dan adil.
"Tentunya para ulama menginginkan pemilu bermartabat ini yang perlu kita berikan perhatian," ujar Sandiaga.
Sandiaga mengungkapkan dirinya juga berencana mengunjungi Panitia Pemungutan Suara Kecamatan (PPK) di Gelanggang Olahraga, Jakarta Pusat. Hal itu, guna memastikan proses penghitungan suara berjalan jujur.
Sebab, kata Sandiaga, dirinya telah menerima banyak laporan terkait adanya banyak dugaan kecurangan dalam proses penghitungan suara.
"Kita lihat kecurangan mulai dilakukan. Presiden sudah memberikan pernyataan juga. Kita sikapi bahwa semua kecurangan ditindaklanjuti dan diberi sanksi dan ada follow up. Sekarang yang makin hari makin banyak laporan ke kita," ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, Ijtima Ulama III akan digelar oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama. Ijtima Ulama III tersebut digelar untuk membicarakan langkah-langkah GNPF Ulama melihat situasi bangsa pasca Pemilu 2019 serta akan menentukan sikap yang ditempuh ulama dan umat Islam dalam menyikapi kecurangan dalam Pemilu 2019.
Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif mengatakan, Ijtima Ulama III dirumuskan oleh ulama-ulama yang tergabung ke dalam PA 212 dan akan digelar sebelum memasuki Ramadan.
"Langkah apa yang harus kita ambil karena kita selalu berpijak kepada fatwa dan Ijtima Ulama," kata Slamet di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (25/4/) lalu.
Baca Juga: Takut Dipolitisasi, Sandiaga Pilih Tak Hadir di Acara Hari Buruh
"Kita selalu minta masukan para ulama, termasuk kan ketika capresnya hasil rekomendasi Ijtima Ulama, ya saya pikir wajar saja kalau nanti dikembalikan ke Ijtima Ulama dengan hasil yang ada," sambungnya.
Berita Terkait
-
Menang Versi Lembaga Survei, Ma'ruf Amin: Jangan Panggil Saya Wapres
-
Takut Dipolitisasi, Sandiaga Pilih Tak Hadir di Acara Hari Buruh
-
Di Depan Relawan, Sandiaga: Jokowi Akui Ada Kecurangan di Pemilu 2019
-
Update Real Count KPU: Jokowi Unggul Tipis dari Prabowo di Jakarta
-
Ratusan Petugas KPPS Meninggal, Demokrat: Hentikan Penghitungan Pemilu 2019
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Kejar Target Sebelum Ramadan, Mendagri Minta Bantuan 15 Ribu TNI-Polri Bersihkan Lumpur Sumatra
-
OTT Pegawai Pajak, DJP Siap Beri Sanksi jika Terbukti Korupsi
-
Rocky Gerung Terpantau Turut Hadiri Rakernas PDIP di Ancol
-
Ganjar Soroti Pelaksanaan Demokrasi dan Isu Pilkada di Rakernas PDIP 2026
-
Tolak Wacana Pilkada via DPRD, Ganjar: Sikap PDI Perjuangan Sangat Jelas!
-
Dosen Utama STIK: UU ITE Tak Melemah, Penyebar Hoaks Tetap Bisa Dipidana!
-
AMLI Soroti Dampak Ranperda KTR: Usaha Reklame Tertekan, Tenaga Kerja Terancam
-
Dasco Persilakan Tito Lanjut Pimpin Pemulihan Aceh: DPR Fokus Anggaran dan Mengawasi
-
Dasco Pimpin Rapat di Aceh: Minta Pendataan Rumah Rusak Dikebut Sepekan
-
Viral Nenek Curi 16 Potong Pakaian di Tanah Abang, Ketahuan Usai Barang Jatuh dari Balik Gamis