Suara.com - Sebuah surat imbauan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno beredar di aplikasi pesan Whatsapp. Isi dari surat itu, berbunyi seruan kepada seluruh relawan untuk memasang spanduk atau baliho bertuliskan ucapan selamat kepada Capres - Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.
Dalam surat itu tertulis BPN di bagian kop surat lengkap dengan logo Koalisi Indonesia Adil dan Makmur. Di bawah surat tersebut juga terdapat tanda tangan dari Ketua BPN Prabowo - Sandiaga, Djoko Santoso dan Sekretaris BPN Prabowo Sandiaga Hanafi Rais. Kemudian, dalam surat itu tertulis "Intruksi Badan Pemenangan Prabowo Sandi".
Suara.com berusaha menghubungi anggota BPN Prabowo - Sandiaga untuk mengonfirmasi dari surat yang sudah beredar luas itu.
Juru Bicara BPN Prabowo - Sandiaga, Dian Fatwa langsung membantah apabila surat itu resmi dikeluarkan oleh BPN Prabowo - Sandiaga.
"Itu palsu," kata Dian kepada Suara.com, Rabu (1/5/2019).
Merespons beredarnya surat palsu itu, Dian juga mengaku kubu Prabowo - Sandiaga Uno akan segera memberikan klarifikasi.
"Sedang dibuat klarifikasinya," tandasnya.
Berikut isi surat imbauan pemasangan baliho yang viral di kalangan awak media:
INTRUKSI BADAN PEMENANGAN PRABOWO SANDI
Baca Juga: Geger, Suara Jokowi Membengkak 3 Ribu Lebih di KPU Lebak
Kepada seluruh relawan Prabowo Sandi di intruksikan untuk memasang spanduk atau baliho ucapan selamat atas terpilihnya Prabowo Sandi sebagai Presiden dan wakil Presiden di setiap wilayah-wilayah kota atau desa di seluruh Indonesia.
Demikian Intruksi Ini Kami Sampaikan, Atas Perhatiannya Kami Ucapkan Banyak Terima Kasih
Berita Terkait
-
Usai Bogor, Baliho Ucapan Selamat Prabowo Presiden Marak di Depok
-
Kecewa Baliho Ucapan Selamat Diturunkan, Sandiaga: Ketidakadilan Zaman Old
-
Polemik Baliho Prabowo - Sandi di Bogor, Bawaslu: Segera Turunkan
-
Buntut Insiden Cileungsi, BPN Serukan Pendukung Bikin Baliho Prabowo Menang
-
Turunkan Baliho Raksasa Prabowo-Sandi, Aparat TNI-Polri Dihadang Warga
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Pelajar 16 Tahun Pukul Kakak Kandung hingga Tewas di Kelapa Gading, Polisi Dalami Motif Pelaku
-
Selain Kades, KPK Seret Eks Wabup dan Eks Ketua DPRD Pati Jadi Saksi Kasus Pemerasan Sudewo
-
Usulan KSPI THR H-21 Ditolak! Ini Kata Menaker Soal Batas Waktu Pembayaran THR Idulfitri 2026
-
DPR Desak Pemerintah Sanksi Perusahaan Pelanggar THR: Jangan Jadi Pola Menahun
-
BEM SI Kritik Keras Polri, Soroti Dugaan Pembunuhan Arianto Tawwakal di Tual
-
Wajib Tutup Selama Ramadan? Ini Daftar Tempat Hiburan Malam di Jaksel yang Disegel Pemprov DKI
-
Said Didu Bongkar Sisi Lain Hambalang: Beda Kelas Pengusaha Industri vs Pengeruk Kekayaan Alam
-
Tak Hanya Dipecat, Bripda Masias Kini Hadapi Proses Pidana, Berkas Sudah Dilimpahkan ke Jaksa!
-
Menaker: THR 2026 Masih Mengacu pada Regulasi Lama, Batas Pembayaran H-7 Lebaran
-
Menpan RB: Rekrutmen CPNS 2026 Masih Disiapkan, Fresh Graduate Jadi Perhatian