Suara.com - Usai menilai calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto marah, celetukan juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Maruf, Adian Napitupulu, malah bikin ngakak politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Eggi Sudjana.
Momen ini terjadi ketika mereka diundang sebagai narasumber dalam acara talkshow Mata Najwa dengan tema 'Laga Usai Pilpres' yang ditayangkan Trans 7, Rabu (1/5/2019) malam.
Berawal ketika Mata Najwa menayangkan video Prabowo Subianto berbicara dengan intonasi tinggi dan suara bergetar. Dia berorasi berapi-api di perayaan Hari Buruh Internasional.
"Kalau kita dihadapkan pada pilihan bahwa rakyat Indonesia dianggap dan diperlakukan seperti kambing atau rakyat Indonesia berdiri terhormat. Kau pilih yang mana? Kalian mau jadi kambing atau rakyat yang terhormat?" kata Prabowo Subianto di Lapangan Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat.
Ketika dimintai pendapat, Adian Napitupulu menjawab santai. Menurut dia, tidak ada yang perlu ditanggapi. Adian mengatakan amarah Prabowo tidak perlu dikomentari.
"Kalau Prabowo marah sih nggak perlu dikomentari. Sudah terlalu sering ya menurut saya. Intonasinya kan selalu seperti itu. Intonasi yang mengekspresikan orang sedang marah, gundah gulana, dan sebagainya," kata Adian Napitupulu.
Adian Napitupulu memaklumi hal tersebut. Sebab, menurut dia, Prabowo Subianto dan timnya takut kalah karena uangnya sudah habis.
"Uangnya sudah habis banyak dan kalah. Ya kita kasih saja kesempatan beberapa hari marahnya," kata Adian.
Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandi, Arief Poyuono, yang hadir dalam talkshow tersebut, berulang kali mengatakan bahwa Prabowo tidak marah.
Baca Juga: Wuiihh... Harga Bawang Putih di Kramat Jati Tembus Rp 75.000 Per Kilogram
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra tersebut pun kembali menegaskan bahwa Prabowo Subianto lah yang nanti akan menjadi presiden RI. Bukan Jokowi.
Eggi Sudjana pun angkat bicara. Dia meminta Adian Napitupulu agar tidak menafsirkan perilaku orang yang dia sendiri tidak mengenal.
"Jangan menafsirkan perilaku orang yang Anda nggak begitu kenal. Anda kan nggak bergaul dengan Prabowo. Kita tahu itu karakter beliau, bukan marah-marah," terang Eggi.
Adian Napitupulu pun bersikukuh bahwa jika ada orang gebrak meja, tentunya gestur orang yang sedang marah. Namun, pendapat ini dibantah oleh Eggi Sudjana.
Keduanya pun mengalami debat kusir, sehingga Najwa Shihab pun sulit untuk melerai. Sementara keduanya enggan mau kalah dalam berbicara, penonton pun riuh bertepuk tangan.
Hingga di satu kesempatan, Najwa Shihab bisa melerai keduanya dan meminta tanggapan Eggi Sudjana terkait pernyataan Prabowo yang dituding marah-marah oleh Adian Napitupulu.
Berita Terkait
-
Tangannya Digandeng Najwa Shihab, Arief Poyuono Debat Sambil Mesem-mesem
-
Rahasiakan Lokasi Real Count BPN, Arief Poyuono Diceramahi Adian Napitupulu
-
MUI Nilai Ijtimak Ulama III Tak Sah Keluarkan Fatwa Diskualifikasi Jokowi
-
TKN Jokowi Tuding Prabowo Otoriter dan Anti Kritik karena Serang Media
-
Ketua BPN Tak Tahu Soal Real Count, Arief Poyuono Buka Suara
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh
-
Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru
-
Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana
-
Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat
-
Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru
-
May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut
-
Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi
-
Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade
-
Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya
-
Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu