Suara.com - Massa dari beberapa ormas, di antaranya Laskar Pembela Islam (LPI) dan Front Pembela Islam (FPI) berdatangan ke Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2019). Mereka datang untuk salat Jumat sebelum bertolak untuk berdemo ke Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum.
Berdasarkan pantauan hingga pukul 12.00 WIB menjelang siang, massa yang datang dan berkumpul masih belum terlalu masif.
Bob Hamzah dari LPI Indramayu, Jawa Barat, yang turut dalam massa itu, mengatakan, pihaknya dan beberapa simpatisan lainnya datang untuk menemui koordinator lapangan setelah shalat Jumat, membicarakan mengenai agenda di Badan Pengawas Pemilu.
"Saya ke sini mau ketemu sama koordinator dari pusat (Jakarta)," kata dia.
Bersama 18 orang lain, dia berangkat dari Indramayu dari pukul empat dini hari. Mengenai agenda maupun pengerahan massa di Bawaslu, ia mengaku belum mengetahui arahan selanjutnya.
"Tidak tahu, uraian acara yang saya baca sih shalat Jumat di Istiqlal, nanti mungkin ketemu di sini dengan kawan-kawan lain," ungkapnya.
Sebelumnya, Eggi Sudjana, Kamis (9/5/2019), mengatakan akan digelar aksi di depan kantor Bawaslu dengan beberapa agenda termasuk mempersoalkan kecurangan yang menurutnya terjadi pada Pemilu tahun ini.
"Menurut agenda yang saya tahu akan mendeklarasikan kemenangan Prabowo-Sandi lalu mempersoalkan kecurangan yang ada," kata Eggi di depan Bawaslu, Kamis (9/5).
Aksi itu akan digelar setelah shalat Jumat atau sekitar pukul 13.00 WIB. Ia pun mengatakan izin demonstrasi telah diserahkan ke Polda Metro Jaya.
Baca Juga: Eggi Sudjana 'Bernyanyi', Ini 8 Kejanggalan di Balik Status Tersangkanya
Berita Terkait
-
Ferdinand: Pak Wiranto Tolong Pak Kivlan Dibayar, Kasihan Dia
-
10 Ribu Aparat Gabungan Bersiap Amankan Aksi di Gedung Bawaslu Siang Ini
-
Andi Arief: SBY Jadi Musuh Besar Ambisi Kotor Kivlan Zein
-
Sebut Makar di Orasi Eggi Sudjana, Ferdinand Demokrat: Ini Salah Kutip
-
Andi Arief Sebut Kivlan Zein Pakai Bisnis Pam Swakarsa agar Dilirik Prabowo
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
-
Selamat Jalan Eyang Meri, Pendamping Setia Sang Jenderal Jujur Kini Beristirahat dengan Damai
-
Sosok Meriyati Roeslani, Istri Jenderal Hoegeng yang Meninggal pada Usia 100 Tahun
Terkini
-
MGBKI Dukung Putusan MK soal Kolegium Dokter Spesialis, Tegaskan Independen dan Berlaku Langsung
-
Perluasan Digitalisasi Bansos di 41 Daerah, Gus Ipul: Transformasi Bangsa Mulai Dari Data
-
Menko Yusril: Pemerintah Siapkan Kerangka Aturan Cegah Risiko TPPU di Sistem Pembayaran Cashless
-
Kewenangan Polri Terlalu Luas? Guru Besar UGM Desak Restrukturisasi Besar-Besaran
-
Keppres Adies Kadir jadi Hakim MK Sudah Diteken, Pelantikan Masih Tunggu Waktu
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Kabar Krisis Iklim Bikin Lelah, Bagaimana Cara Mengubahnya Jadi Gerakan Digital?
-
Anggota DPR Tanya ke BNN: Whip Pink Mulai Menggejala, Masuk Narkotika atau Cuma Seperti Aibon?
-
Lisa BLACKPINK Syuting di Kota Tua, Rano Karno: Bagian dari Proyek Raksasa Jakarta
-
Saat Daerah Tak Sanggup Bayar Gaji ASN, Siswa SD di NTT Menyerah pada Hidup Demi Buku Tulis