Suara.com - Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mengatakan Pemilu Serentak 2019 hanya menguntungkan calon Presiden dan calon Wakil Presiden.
"Satu sisi pemilu yang sifatnya borongan ini membebani para kontestan pemilu khususnya para calon legislatif yang membuat pemilu kita ini lebih didominasi oleh interes atau ketertarikan kepada pemilu presiden," ujar Titi dalam sebuah diskusi di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (11/5/2019).
Apalagi kata Titi, pemilu serentak 2019 disebutnya sebagai pemilu borongan. Adanya penggabungan lima jenis pemilu ini, membawa konsekuensi kepada penyelenggara pemilu.
"Pemilu serentak ya, kalau dalam pandangan kami Pemilu 2019 lebih tepat disebut sebagai Pemilu borongan. Jadi memborong lima jenis Pemilu sekaligus yang membawa konsekuensi beratnya beban yang harus dikerjakan oleh para petugas," kata dia.
Terkait pemilu borongan ini, kata dia, para anggota calon legislatif yang berkontenstasi di pemilu tahun ini hanya menjadi tim hore untuk meramaikan laga dua pasangan kandidat, yakni Capres-Cawapres nomor urut 01, Joko Widodo - Ma'ruf Amin dan rivalnya, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.
"Karena menyelenggarakan 5 Pemilu secara bersamaan dan kemudian juga membuat pemilu legislatif menjadi dibawah bayang-bayang penyelenggaraan pemilu presiden," tutup Titi.
Berita Terkait
-
Dua Penjarah Kotak Suara di Sampang Dijerat Pasal Berlapis
-
Perludem: Pemilu 2019 Adalah Ketidakadilan Bagi Petugas dan Pemilih
-
Keluarga Menolak Jasad Petugas KPPS yang Meninggal Dibongkar
-
Ray Rangkuti: Pemilu Kali Ini Paling Banyak Memenjarakan Orang!
-
Sandiaga Tak Tahu Sumber Klaim Kemenangan 62 Persen, Ini Kata Pengamat
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional