Suara.com - Danu Tirta, remaja berusia 16 tahun tewas ditusuk geng motor saat sedang melakukan Sahur On The Road (SOTR) di Jalan Satrio, Setiabudi, Jakarta Selatan. Namun, Danu disebut oleh Ibundanya, Ema Sari (42) sempat meminta izin palsu yakni dengan mencatut nama sekolahnya.
Ema mengatakan awalnya sekitar 10 hari yang lalu, Danu sudah sempat meminta izin padanya untuk mengikuti acara buka puasa bersama dan sahur bersama. Namun, Danu saat itu mengaku acara tersebut diadakan oleh sekolahnya, MTS 42 Jakarta Timur. Padahal, SOTR itu diadakan kelompok pengajian korban yang bernama Masa Kurung (MK).
"Dia enggak bilang kalau sama pengajiannya, MK itu, kalau tahu kita larang, dia bilangnya di sekolah," ujar Ema di rumahnya, Jalan Madu, Kalimalang Curug, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (20/5/2019).
Danu juga disebut Ema terlihat meyakinkan karena Danu memberikan tangkapan layar atau screenshot percakapannya di WhatsApp dengan wali kelasnya. Di percakapannya itu, wali kelasnya mengaku memberikan izin kepada muridnya untuk mengikuti acara SOTR itu.
"Dia kirim ke grup keluarga itu obrolan dia sama wali kelasnya katanya wali kelasnya baru bisa bagiin proposal setelah sholat jumat gitu," jelas Ema.
Belakangan, Ema mengetahui screen shot layar percakapan antara anaknya dengan wali kelasnya itu palsu. Pasalnya ternyata percakapan tersebut bukan dilakukan dengan wali kelasnya, namun dengan nomor HP Danu yang berbeda tapi diganti namanya menjadi nama wali kelasnya.
"Itu saya makanya nyesel banget kok kecolongan, kita enggak tahu tadinya itu ternyata nomor lainnya dia," pungkas Ema.
Diketahui, Danu tewas usai dikeroyok dan ditusuk oleh komplotan geng motor di Jalan Satrio, Karet, Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (18/5/2019) pukul 01.05 dini hari. Saat itu, korban sedang melaksanakan SOTR.
Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Metro Setiabudi, Komisiaris Polisi Tri Suryawan mengatakan, kejadian bermula saat korban dan adiknya tengah melakukan SOTR.
Baca Juga: Dicegat Kelompok Lain, SOTR di Serang Berujung Tawuran
Di saat itu, rombongan sepeda motor melintas dengan membawa bendera hitam. Mereka pun berhenti dan terlibat cekcok dengan korban. Namun, cekcok tersebut berujung penganiayaan terhadap korban. Remaja tersebut sempat diseret oleh salah satu anggota geng motor dan ditusuk hingga tewas.
"Korban diseret kemudian ditusuk dengan benda tajam dari punggung belakang sebelah kanan tembus ke paru-paru," ujar Tri saat dikonfirmasi, Sabtu (18/5/2019).
Berita Terkait
-
Danu Peserta SOTR Ditikam Geng Motor Usai Terjatuh dan Tertindih Motor
-
Otak Penusukan Peserta SOTR di Setiabudi Dibekuk Pasca 14 Jam Buron
-
Bunuh Remaja yang Sahur di Setiabudi, 4 Anggota Geng Motor Ditangkap
-
Geng Motor Berbendera Hitam Seret Danu Hingga Tewas Disaksikan Adiknya
-
Anies Baswedan Larang Warga Saur On The Road di Jalan Jakarta
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual
-
Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!
-
Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029
-
Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global
-
Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko
-
Sebut Prabowo-Gibran Beban Bangsa, Dosen UNJ Ubedilah Badrun Resmi Dipolisikan