Suara.com - Sejumlah demonstran penolak hasil Pilpres 2019 kembali bentrok dengan aparat kepolisian. Massa yang awalnya berkumpul di Jalan KS Tubun, Petamburan kini terlibat bentrokan dengan aparat di Jalan Brigjen Katamso, Slipi Jaya, Jakarta Barat.
Pantauan Suara.com, mereka tampak menghujani aparat memakai batu. Mereka juga membakar ban hingga menimbulkan kepulan asap tebal.
Aparat kepolisian yang berjaga di lokasi seketika membalas hujanan batu dari massa dengan tembakan gas air mata. Meski sempat mundur, massa tersebut masih bertahan.
Selain itu, dua unit helikopter tampak mengudara di atas lokasi kejadian. Helikopter tersebut terlihat menyiram titik api yang menyala dan kerumunan massa.
Kekinian, Rabu (22/5/2019) pukul 15.38 WIB, bentrokan antara aparat kepolisian dan massa demonstrasi masih berlangsung. Di sepanjang jalan tampak pecahan kaca dan batu berserakan.
Sementara itu, persis di samping jembatan Slipi Jaya, terlihat dua unit mobil bus milik Korps Brimob hangus dibakar massa beberapa jam yang lalu.
Berita Terkait
-
Kapolri: Perusuh Aksi di Petamburan Bertato, Kantongi Bayaran Rp 6 Juta
-
Jaga Aksi 22 Mei di Bawaslu, Prajurit TNI Langsung Duduk Zikir dan Salawat
-
Pendemo 22 Mei Teriak "Turun, Turun, Turun Jokowi"
-
Kerusuhan 22 Mei, Menkominfo Batasi Penyebaran Informasi di Medsos
-
Ini Senjata-senjata Provokator untuk Rusuh Aksi 22 Mei yang Disita Polisi
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
Pilihan
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
Terkini
-
Komnas HAM Sebut Pemulihan Andrie Yunus akibat Penyiraman Air Keras Butuh Waktu 6 Bulan
-
Usut Kebrutalan Oknum TNI, Komnas HAM Kantongi Laporan Medis Andrie Yunus dari Tim Dokter RSCM
-
Misteri Mobil Dinas Pelat B Buat Mudik Terungkap, Pemprov DKI: Punya Instansi Lain!
-
Abaikan Perintah Donald Trump, Presiden Meksiko Tetap Lakukan Hal Ini untuk Kuba
-
Berlaku Mulai Hari ini, Cek 9 Ruas Tol yang Dapat Diskon Tarif 30 Persen
-
Pemimpin Hizbullah: Tak Ada Damai untuk Israel, Kami Akan Terus Bertempur!
-
Kirim Surat ke Komisi III DPR, MAKI Minta Ada Panja untuk Usut Masalah Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Viral Akal Bulus Maling Motor di Pesanggrahan: Ngaku Lupa Usai Khianati Teman Sendiri!
-
Peneliti UGM: Mundurnya Kabais TNI Indikasi Kuat Keterlibatan Institusi dalam Kasus Andrie Yunus
-
Isi Lengkap 15 Poin Damai Donald Trump kepada Iran, Teheran Balas Seperti ini