Suara.com - Kepulan gas air mata terkait aksi bentrokan perusuh dan polisi di kawasan Slipi Jaya, Jakarta Barat hingga Kamis (23/5/2019) siang ini masih dirasakan para pengendara yang melintasi kawasan tersebut.
Salah satunya dirasakan oleh petugas Suku Dinas (Sudin) Bina Marga Kecamatan Palmerah, Slamet yang bertugas membersihkan barang-barang dari sisa kerusuhan yang terjadi Rabu (2/5/2019) kemarin.
Pria 51 tahun ini mengaku masih merasakan perih hingga keluar air mata saat bekeraja di lokasi kerusuhan.
"Karena kami rasakan begitu pedihnya gas air mata, kita masih pakai odol karena saat lagi pembersihan dia masih nguap (gas air mata)," ujar Slamet saat ditemui di Slipi, Jakarta Barat.
Karena alasan itu, Slamet dan sesama rekannya di Sudin Bina Marga ingin turun tangan membantu masyarakat yang mengalami hal serupa dengannya.
Dari pantauan Suara.com, Slamet dan rekannya sedang membagikan pasta gigi ke masyarakat yang melintas di jalan layang Slipi arah Tanah Abang, Jakarta Pusat.
"Karena perihnya kita sendiri aja bagaimana orang lain, jadi sekaligus kita merapikan sesuatu yang sudah berantakan sekaligus kita memberikan kepada orang lain," jelas Slamet.
Slamet mengaku melakukan hal tersebut berdasarkan inisatif sendiri bersama rekannya. Ia menyebut membagikan pasta gigi tersebut menggunakan dana pribadinya dan rekannya.
"Inisiatif dari sendiri kita tidak ada dana dari siapapun," pungkas Slamet.
Baca Juga: Bentrok Berdarah Aksi 22 Mei di Slipi, Empat Polisi Luka Sobek
Tag
Berita Terkait
-
Provokator Kerusuhan 22 Mei Ditangkap saat Sembunyi di Pasar Slipi
-
Polisi Terus Berusaha Pukul Mundur Demonstran di Slipi
-
Pendemo 22 Mei Tak Mau Bubar, Prajurit Marinir Dikerahkan di Jembatan Slipi
-
Disandera Perusuh, Empat Petugas Damkar di Slipi Semprotkan Air ke Polisi
-
Kerusuhan di Slipi, Pendemo Bajak Mobil Damkar untuk Semprot Air ke Polisi
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam