Selain itu, halte bus TransJakarta di Bidara Cina dan Slipi Jaya juga sempat dirusak massa perusuh. Selain kedua halte tersebut, PT Transjakarta juga mendapati fasilitas halte busway di sekitar jalan Thamrin, Jakarta Pusat mengalami kerusakan di antaranya adalah halte Sarinah dan halte Bank Indonesia.
Kerusakan terjadi pada pintu dan kaca halte Transjakarta. Tak hanya fasilitas halte, pembatas jalur Transjakarta di sejumlah sisi juga rusak. Namun, Agung belum bisa menaksir berapa kerugian akibat kerusakan tersebut.
Kendaraan Polisi, Warga dan Motor Wartawan Turut Dibakar Massa
Aksi demo di depan kantor Bawaslu juga berbuntut dengan dibakarnya sembilan mobil yang terparkir di depan Asrama Brimob Petamburan, Jakarta Pusat dibakar oleh orang tidak dikenal (OTK).
"Iya itu mobil yang diparkir di depan asrama polisi itu ada yang dibakar tadi malam. 9 Unit dibakar," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Rabu (22/5/2019).
Sementara itu, dua bus Polisi yang berada di kawasan Slipi juga menjadi sasaran perusuh. Dua bus tersebut dibakar massa hingga hangus pun juga beberapa kendaraan kecil yang berada di sekitarnya sempat akan dibakar, namun urung dibakar lantaran pasukan Brimob tiba di tempat kejadian.
Pun satu pos polisi di Jalan Sabang yang berada di dekat perempatan Jalan Wahid Hasyim dan Jalan Sabang tampak hangus usai dibakar massa perusuh. Bahkan hingga Kamis (23/5/2019) pagi pukul 08.00 WIB, masih terlihat kepulan asap di beberapa titik di Jalan Sabang.
Terlihat juga ada kabel hangus di bagian depan pos polisi yang dibakar itu. Bahkan dua unit sepeda motor hangus terbakar hingga hanya menyisakan kerangkanya saja.
Bahkan, sepeda motor milik wartawan NET, Aryo dibakar massa perusuh. Kendaraan motor roda dua RX-King milik Aryo dibakar massa hingga tak tersisa, Rabu (23/5/2019) malam ketika massa aksi membakar Pos Polisi Thamrin.
Baca Juga: Hingga Kamis Malam, RSCM Belum Terima Korban Tambahan Korban Aksi 22 Mei
Aryo menyatakan, massa sangat membabi buta ketika kericuhan terjadi. Bahkan, kata Aryo, bukan hanya motornya yang dibakar habis massa, tetapi ada motor lain juga.
"Motor saya habis dibakar massa aksi 22 Mei. Tadi saya lihat ada tiga motor lagi yang dibakar. Sekaligus barang-barang lainnya di dalam Pos Polisi," kata Aryo di lokasi.
Aryo sangat menyayangkan aksi beringas dari massa aksi. Pasalnya, kata Aryo, dirinya sempat ingin menyelamatkan motornya, tetapi, hal itu dilarang oleh massa aksi.
"Pas saya ingin selamatkan motor, namun yang saya terima malah perlakuan penolakan dan diancam," ucap Aryo.
Toko Kelontong Hingga Warung Kopi Dijarah Perusuh
Selain itu, toko makanan di kawasan Jalan Wajid Hasyim juga ikut dijarah massa pendemo 22 Mei. Penjarahan itu diperkirakan terjadi, Rabu (22/3/2019) malam.
Berita Terkait
-
Kisah Gedung Bawaslu yang Sempat Mencekam, Kini Jadi "Wisata Malam Dadakan"
-
Gubernur DKI Jakarta: Jangan Khawatir Untuk Pergi ke Mana Saja
-
Wapres JK Minta Agar Masyarakat Tenang Dalam Menyikapi Ketegangan Politik
-
Hingga Kamis Malam, RSCM Belum Terima Korban Tambahan Korban Aksi 22 Mei
-
Jakarta Kondusif, Seluruh Stasiun MRT Dibuka Kembali Hari Ini
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Dituduh Gembong Narkoba, 4 Orang Tewas Dirudal Militer AS di Perairan Pasifik
-
Seksisme Bukan Candaan! Kemendukbangga Sentil Kasus Pelecehan di Grup Chat Mahasiswa FHUI
-
Alasan Hizbullah Boikot Pertemuan Diplomatik Lebanon-Israel di Washington
-
Kasus Wanita Linglung Dilepas Polisi, Propam Turun Tangan Periksa Anggota Polsek Pasar Minggu
-
Makassar Ubah Sampah Jadi Listrik, Bisa Jadi Solusi Krisis Sampah?
-
Asal Bapak Senang! Pete Hegseth Dituding Sesatkan Donald Trump soal Perang Iran
-
Baru Bertemu Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Perang AS Pete Hegseth Dihantam Isu Diskriminasi
-
Blokade Selat Hormuz Oleh Amerika Serikat Picu Protes China, Dinilai Memperburuk Krisis Timur Tengah
-
Italia Tangguhkan Perjanjian Pertahanan dengan Israel, Ini Penyebabnya
-
BPKP Bongkar Borok Proyek Chromebook: Negara Rugi Rp2,1 Triliun, Ini Rinciannya