Suara.com - Neetu Shutteran Wala, seorang calon anggota parlemen India, menangis dalam acara langsung televisi. Kandidat dari jalur independen itu percaya, dirinya hanya memperoleh lima suara di TPS tempat keluarganya memilih.
Padahal, pria yang berjuang untuk mendapat kursi di Jalandhar, Punjab itu mengatakan, anggota keluarganya yang telah menggunakan hak pilih terdiri dari sembilan orang.
Ia pun menuduh bahwa mesin pemungutan suara telah dimanipulasi agar ia kalah.
"Ada sembilan pemilih di keluarga saya dan hanya lima yang mendukung saya," kata Wala sambil terisak pada media lokal Jagbani.
"Mereka telah memanipulasi mesin pemungutan suara. Semua tetangga saya bersumpah atas nama Dewi Chintpurni bahwa mereka akan memilih saya," tambahnya.
Pria yang tampak frustrasi itu juga menceritakan perjuangannya meninggalkan toko selama sebulan demi pencalonannya. Dia pun bersumpah, "Saya tidak akan pernah ikut pemilu lagi."
Namun, dikutip dari Nextshark, Senin (27/5/2019), angka perolehan suara Wala sebenarnya tidak hanya lima. Menurut Komisi Pemilihan India, ia mendapat 856 suara dalam penghitungan akhir, tetapi tetap tidak menang.
Namun, Wala menjadi tenar di media sosial. Videonya saat menangis di TV telah tersebar luas di internet.
Baca Juga: Korsel dan India Ikut Bidding Olimpiade 2032, Indonesia Tak Gentar
Berita Terkait
-
Video Viral Adegan Panas Siswi SMP dan Mahasiswa Banyuwangi, Warga Geger
-
Partai PM Narendra Modi Menang Telak di Pemilu India
-
Seperti Indonesia, India Antisipasi Kemungkinan Aksi Kekerasan Usai Pemilu
-
Viral, Monyet Dibunuh Seorang Pria karena Tak Bisa Ngomong 'Baby Sayang'
-
Viral Video Mesum Gadis Jilbab saat Ramadan, Polisi Tangkap Satu Pemain
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Biar Nggak Merasa Ketipu, Ini Alasan Hukum Kenapa Kuota Internet Kamu Hangus Saat Masa Aktif Habis
-
Bukan 18 Tahun, Nadiem Makarim Bongkar Hitungan Jaksa: Total Saya Dituntut 27 Tahun Penjara!
-
Prabowo Bangga, Gaji Hakim RI Naik 280 Persen dan Kini di Atas Malaysia
-
Prabowo Tantang Satgas PKH: Takut Bandit atau Berani Bela Rakyat?
-
Budisatrio Djiwandono Siap Hadirkan Para Dubes untuk Simak Sinergi Karang Taruna - Sekolah Rakyat
-
Dituding Lamban oleh DPR, KNKT Bongkar Alasan Investigasi Kereta Bekasi Tak Kunjung Usai
-
Staf Ahli TP PKK Yane Ardian Minta Pemda Perkuat UP2K dan Berdayakan Lansia
-
Jakarta-Kelantan Sepakat Perkuat Kerja Sama, Penerbangan Langsung Dimulai 16 Juni
-
Jaksa Tuntut Nadiem Bayar Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun
-
Bongkar Modus Birokrat 'Kickback' Perizinan, Prabowo Mau Efisiensi Izin 2 Tahun jadi 2 Minggu