Suara.com - Kepala Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Thofik Winanto mengatakan jumlah pemudik yang meninggalkan Jakarta melalui Terminal Kampung Rambutan pada lebaran 2019 ini turun dibandingkan tahun lalu.
“Untuk perbandingan dari tahun kemarin memang ada penurunan dan keterkaitan dnegan penghitungan sendiri sampai dengan jam 08.00 WIB pagi ini berjumlah 3.600 orang,” ujar Thofik di Jakarta, Senin (3/6/2019).
Jumlah pemudik di Terminal Kampung Rambutan pada H-3 lebaran 2019 berjumlah 14.604 orang. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan H-3 Lebaran 2018 yakni sebanyak 15.953 orang.
Thofik mengatakan lebaran tahun 2019 ini didominasi oleh pemudik dengan tujuan Sumatera dengan prosentase hingga 50 persen.
“Peningkatan paling signifikan Sumatera kalau kemarin di angka 15.000 itu semua merata, akan tetapi saat ini lebih banyak ke Sumatera,” ujar dia seperti dilansir Antara.
Thofik memprediksikan arus puncak mudik Lebaran 2019 akan terjadi pada tanggal 1, 2 dan 3 Juni.
Jumlah pemudik pada 1 Juni tercatat sebanyak 14.378 orang. Sementara, jumlah pemudik pada tanggal 31 Mei tercatat sebanyak 11.976 orang, dan pada 30 Mei tercatat sebanyak 12.741 orang.
“Tapi kita melihat ini naiknya pelan-pelan, karena hari libur dengan tahun kemarin berbeda,” kata Thofik.
Thofik memperkirakan arus mudik masih akan terjadi pada saat hari H. “Hari H-nya ada juga yang masih melakukan perjalanan setelah sholat Ied, seperti tahun kemarin ada 11 ribu orang,” ujar dia.
Baca Juga: Meski Diserbu Penumpang, Aktivitas di Terminal Purabaya Masih Landai
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
Kapolres Tangsel Laporkan Gratifikasi iPhone 17 Pro Max ke KPK, Kini Disita Jadi Milik Negara
-
Polda Metro Jaya Bongkar Peredaran Obat Keras, 21 Ribu Butir Disita dari Dua Lokasi
-
Usai Kena OTT KPK, Ketua dan Waka PN Depok Akan Diperiksa KY soal Dugaan Pelanggaran Kode Etik Hakim
-
KPK Sampai Kejar-kejaran, Terungkap Nego Suap Sengketa Lahan di PN Depok dari Rp1 M Jadi Rp850 Juta
-
Penampakan Isi Tas Ransel Hitam Berisi Rp850 Juta, Bukti Suap Sengketa Lahan di PN Depok
-
Bukan Rugikan Negara Rp2,9 T, Pertamina Justru Untung Rp17 T dari Sewa Terminal BBM Milik PT OTM
-
Sidang Hadirkan Saksi Mahkota, Pengacara Kerry: Tidak Ada Pengaturan Penyewaan Kapal oleh Pertamina
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK