Suara.com - Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zen berlari-lari kecil menghindari wartawan usai diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Habil Marati di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jumat malam (14/6/2019).
Dari pantauan Suara.com Kivlan keluar dari gedung tempatnya diperiksa pada pukul 22.28 WIB. Ia terlihat berlari menghindari awak media yang sejak siang menanti untuk mewawancaraiya di lokasi.
Kivlan tampak mengenakan kemeja berwarna putih serta celana bahan berwana hitam. Dirinya pun bungkam saat dicecar pertanyaan oleh awak media yang menanti.
"Sama pengacara aja ya, sama pengacara," jawab Kivlan saat diburu wartawan.
Dirinya pun langsung masuk ke mobil polisi yang telah menunggu di depan pintu gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Kivlan Zen kembali diperiksa penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jumat (14/6/2019) dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk politikus PPP Habil Marati yang diduga berperan sebagai donatur dalam kasus rencana pembunuhan empat tokoh nasional.
"Kivlan Zen diperiksa sebagai saksi terhadap tersangka HM," ucap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisiaris Besar Polisi Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Jumat (14/6/2019).
Kedatangan Kivlan ke Polda Metro Jaya pada Jumat terkesan disembunyikan dari pantauan media. Argo, misalnya, tak merinci kapan Kivlan tiba di Polda untuk diperiksa. Argo juga enggan menjelaskan secara detail alasan polisi memeriksa Kivlan Zen dalam kasus tersebut.
Dia hanya mengatakan, eks Kepala Staf Kostrad TNI AD itu sudah berada di ruang penyidik untuk menjalani pemeriksaan.
Baca Juga: Telisik Donatur Rencana Pembunuhan Wiranto Cs, Kivlan Zen Diperiksa Polda
"Ya (Kivlan Zen) sedang diperiksa," sambung Argo.
Adapun Habil sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan rencana pembunuhan empat tokoh politik nasional. Ia disebut menyetor dana sebesar Rp 150 juta yang diserahkan kepada para eksekutor melalui Kivlan.
Berita Terkait
-
Rommy Diduga Mainkan 'Boneka Politik' Agus Suparmanto, Habil Marati: Nafsu Kuasanya Luar Biasa!
-
Dukung Keras Anies Baswedan Jadi Capres Dibanding Ganjar, Ini Profil Kader Senior PPP Habil Marati
-
Profil Habil Marati, Kader Senior PPP yang Ngotot Dukung Anies Bukan Ganjar
-
Bantah Sebagai Pihak yang Memecah Belah PPP, FKM: Kami Bukan Ormas atau Person-person
-
Pasang Badan untuk Anies, FKM: Selama Ia Jadi Gubernur Tidak Membangun Perda Syariah
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi
-
Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?
-
Pramono Anung Ingin Pasang CCTV di Hutan Kota Cawang Usai Laporan Penyalahgunaan Fasilitas Publik
-
Pramono Anung Waspadai Dampak Serangan AS-Israel ke Iran: Harga Barang di Jakarta Bisa Melonjak
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius