Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan rapat koordinasi dengan Polda Kalimantan Barat (Kalbar), Bareskrim Polri dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menyoroti penanganan dua kasus dugaan korupsi di Kalimantan Barat.
Perkara yang tengah disoroti KPK, yakni dugaan korupsi penyimpangan dalam pelaksanaan pembangunan Masjid Agung Melawi Sumber sebesar Rp 13 miliar.
Kedua, kasus dugaan penyimpangan penyaluran dana bantuan khusus Kepala Desa di Wilayah Bengkayang yang bersumber dari APBD Kabupaten Bengkayang tahun anggaran 2017 senilai Rp 20 miliar.
"Terkait kasus pembangunan Masjid Agung Melawi penyidikan telah dilakukan sejak 2016, sedangkan kasus dana bantuan khusus desa di Kabupaten Bengkayang telah dilakukan penyidikan sejak 2018 lalu," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (19/6/2019).
Febri menyebut KPK mendapat mandat undang-undang, KPK pun membantu pertemuan penyidik Polri dan BPK RI serta memberikan bantuan yang diinginkan seperti menyiapkan ahli serta dukungan lain yang dibutuhkan. Dia mengatakan, koordinasi dan supervisi ini dilakukan sebagai bentuk membantu penyelesaian korupsi yang tengah dilakukan penyidikan, yang mengalami hambatan.
"Ini bagian mengumpulkan alat bukti serta proses perhitungan kerugian keuangan negara oleh auditor BPK RI," ujar Febri.
Menurut Febri, kegiatan hari ini dilakukan atas menindaklanjuti
pertemuan tanggal 20 Februari 2019 di Polda Kalimantan Barat. Penetapan status tersangka kepada pihak yang melakukan dugaan korupsi itu bakal dilakukan melalui sejumlah tahapa sesuai dengan hukum acara yang berlaku.
Dalam rapat hari ini, dihadiri Tim Satgas Penindakan Koordinasi Wilayah IV KPK, Kasubdit Tipidkor Polda Kalbar AKBP Prasetiyo Adhi Wibowo, dua petugas Bareskrim; AKBP Sumarni dan AKBP Sugiyanto, serta tim auditor dari BPK-RI.
Baca Juga: 9 Pati Polri Daftar Jadi Capim KPK, Ini Pangkatnya
Berita Terkait
Terpopuler
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
Pilihan
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
Terkini
-
Puluhan Siswa di Duren Sawit Diduga Keracunan Makanan, BGN Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan
-
Gugur Akibat Serangan Artileri di Lebanon, Jenazah 3 Prajurit TNI Tiba di Bandara Soetta Sore Ini
-
Jangan Tergiur Jalur Cepat! Ini Risiko Fatal Berhaji Pakai Visa Ziarah
-
Buntut 72 Siswa Diduga Keracunan, BGN Stop Operasional SPPG Pondok Kelapa Tanpa Batas Waktu
-
Tragedi Jembatan B1 Iran: Jumlah Korban Jiwa Serangan AS-Israel Kini Capai 13 Jiwa
-
3 Personel UNIFIL RI Terluka Lagi di Lebanon, Kemlu: Serangan Berulang Ini Tidak Dapat Diterima!
-
Mendagri Tito Kerahkan Praja IPDN, Percepat Pemulihan Permukiman Terdampak Bencana
-
Wujudkan Jakarta Terintegrasi, Pramono Wajibkan Gedung di Atas 4 Lantai Koneksi CCTV ke Pemprov
-
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Dittipideksus Bareskrim Cekal Founder PT DSI
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap