Suara.com - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Rachland Nashidik mengungkapkan ada sebuah rumah produksi atau production house (PH) yang menawarkan untuk membuat film tentang mendiang almarhum Ani Yudhoyono.
Rachland pun mengatakan telah menyampaikan tawaran tersebut kepada mantan Presiden RI Keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Hal itu diungkapkan Rachland lewat akun Twitter pribadinya @RachlanNashidik. Rachland mengungkapkan dirinya baru saja pulang dari kediaman SBY di Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dalam rangka menyampaikan keinginan salah satu PH yang menawarkan untuk mengangkat kisah mendiang almarhum Ani Yudhoyono kedalam sebuah film kepada SBY.
"Dalam perjalanan pulang dari Cikeas. Tadi menemui Pak SBY, menyampaikan keinginan kawan-kawan dari sebuah PH membuat film tentang Ibu Ani Yudhoyono. Lalu ngobrol kesana kemari menemani Pak SBY hingga beliau ngantuk dan beristirahat, melupakan sejenak kesedihan dan kehilangan," kicau Rachland lewat akun Twitter pribadinya @RachlanNashidik seperti dikutip Suara.com pada Minggu (23/6/2019).
Untuk diketahui, SBY sendiri sebelumnya dikabarkan tengah sibuk menulis buku tentang mendiang istrinya Ani Yudhoyono. Kabar tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Panjaitan.
Hinca mengatakan buku yang sedang ditulis SBY mengenai perjalanan Ani saat melawan kanker darah selama empat bulan dirawat di National University Hospital, Singapura.
"Hari-hari ini kami fokus dan untuk mendukung Pak SBY menulis sebuah (buku) mungkin lebih tepat sebuah tulisan ya, sebuah buku untuk Almarhum Ibu Ani," kata Hinca.
Berita Terkait
-
Diminta Hadirkan SBY di Sidang, BW: Ahli Kubu 01 Pakai Argumen Pidana
-
Ahli Jokowi Minta Tim Prabowo Datangkan SBY ke Sidang Gugatan Pilpres 2019
-
SBY Disebut saat Ahli Tim Jokowi Singgung Ketidaknetralan BIN, TNI, Polri
-
Demokrat Fokus Bantu SBY Tulis Buku Tentang Ani Yudhoyono
-
Pilih Jadi Penyeimbang, Demokrat Minta Tak Digoda Masuk Koalisi Pemerintah
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?