Suara.com - Wakil Kepala SMA Negeri I Putussibau, Padillah Daulay, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat mengatakan pendaftaran peserta didik baru atau PPDB sistem zonasi diaplikasikan dengan menggunakan google maps untuk seleksi jarak tempat tinggal calon siswa baru.
Google maps adalah layanan pemetaan web yang dikembangkan oleh Google, perusahaan multinasional asal Amerika Serikat yang bergerak pada layanan internet. Layanan ini memberikan citra satelit, peta jalan, panorama 360 derajat dan sebagainya.
"Untuk sistem zonasi kami prioritaskan siswa yang jarak tinggalnya tidak jauh dari sekolah, yang akan terbaca secara otomatis melalui google maps," kata Padillah Daulay, seperti dilansir Antara, Senin (24/6/2019).
Dikatakan Daulay, untuk PPDB di SMA Negeri I Putussibau digunakan tiga jalur yaitu jalur zonasi, prestasi dan mutasi dengan total peserta didik baru yang diterima sebanyak 243 siswa.
Menurut dia, dalam penerimaan calon siswa baru jalur zonasi tidak menggunakan seleksi, namun mengutamakan jarak tempat tinggal siswa.
Sedangkan, untuk jalur prestasi itu khusus bagi siswa yang memiliki nilai terbaik pada saat ujian nasional dan prestasi di bidang lainnya seperti bidang olahraga, sains, teknologi tepat guna, seni budaya, keagamaan, bela negara nasionalisme dan kepramukaan.
"Kalau untuk jalur mutasi itu bahwa calon siswa mengikuti orang tua pindah tugas dibuktikan dengan surat tugas," jelas Daulay.
Disampaikan Daulay, total siswa baru untuk SMA Negeri I Putussibau seharusnya 252 siswa, namun karena ada 9 siswa yang tidak naik kelas sehingga mengurangi kuota penerimaan siswa baru menjadi 243 siswa.
Untuk siswa jalur zonasi yang akan di terima sebanyak 80 persen yaitu 194 siswa, dan jalur prestasi 37 siswa, sedangkan jalur mutasi sebanyak 12 siswa, total keseluruhan sebanyak 243 siswa.
Salah satu orangtua murid, Kosmas Raga mengatakan sistem zonasi dalam penerimaan siswa baru sangat membantu siswa untuk mendapatkan pemerataan pendidikan.
"Sistem zonasi memudahkan siswa, karena tidak harus seleksi, namun menggunakan alamat tinggal terdekat dengan sekolah, jadi selaku orang tua kami menyambut baik sistem zonasi," kata Kosmas Raga.
Berita Terkait
-
Ketua DPR Minta PPDB Sistem Zonasi Tak Rugikan Peserta Didik
-
Penerapan Sistem Zonasi, Beberapa SMP di Kota Solo Kekurangan Siswa
-
Antre Sejak Pagi Buta, Calon Siswa Serbu PPDB di SMA 39 Jaktim
-
Disdikbud Jateng Siapkan 114 Server untuk Kuatan Jaringan Selama PPDB 2019
-
Ombudsman Minta Warga Cermati Zonasi Wilayah di PPDB 2019
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Google Bawa Agentic AI ke Industri Keuangan, Bukan Sekadar Chatbot
-
30 Ribu Wisatawan Dieng Culture Festival Dibidik QRIS, Transaksi UMKM Makin Digital
-
Sepotong Rendang Pelepas Rindu
-
Lagi Capek-capeknya Hidup? Lagu 'Bersenja Gurau' Raim Laode Ini Wajib Kamu Dengar
-
Karhutla Menggila di Berbagai Daerah, Kemarau Ekstrem Atau Sengaja Dibakar?
-
Pembangunan Sementara Desa Adat Sade Ditargetkan Tuntas Sebelum Agenda MotoGP Mandalika
-
Telin Perluas Jejak Ekosistem Digital Global Melalui Empat Kemitraan Strategis di BATIC 2026
-
Cinta Terlarang Berujung Teror: Karyawan SPPG di Tuban Peras Istri Orang Pakai Video Intim
-
Harga Emas Antam Anjlok Rp48.000, Kini Rp2,67 Juta per Gram
-
Desain Tak Lagi Milik Profesional, IM3 Buka AI dan Adobe Express untuk 15 Ribu Kreator hingga UMKM