Suara.com - Memasuki puncak musim kemarau, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan ada dua provinsi yang berstatus awas berpotensi kekeringan. Dua provinsi tersebut meliputi Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Untuk potensi awas di wilayah Jawa Timur, BMKG mengemukakan dua daerah yakni, Sampang dan Malang. Sedangkan untuk wilayah NTT diwaspadai di semua wilayah tersebut.
Dalam keterangan tertulis yang diperoleh Antara, Deputi Klimatologi BMKG Herizal mengemukakan ada kriteria yang dinyatakan dalam kategori awas yakni, terkait dengan curah hujan yang rendah dan tidak adanya hujan selama 61 hari.
"Status Awas karena telah mengalami lebih dari 61 Hari Tanpa Hujan (HTH) dan prospek peluang curah hujan rendah di bawah 20 milimeter per dasarian pada 20 hari mendatang lebih dari 80 persen," kata dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (25/6/2019).
Selain daerah tersebut, sebagian besar Yogyakarta, Indramayu (Jawa Barat), dan Buleleng (Bali) juga berstatus Awas.
Sejumlah daerah berstatus Siaga atau telah mengalami lebih 31 HTH dan prospek peluang curah hujan rendah di bawah 20 milimeter per dasarian pada 20 hari mendatang lebih dari 80 persen.
Daerah tersebut, yaitu Jakarta Utara, Lebak, dan Tangerang Provinsi Banten, Nusa Tenggara Barat, dan sebagian besar Jawa Tengah.
Herizal mengatakan berdasarkan monitoring terhadap perkembangan musim kemarau menunjukkan berdasarkan luasan wilayah, 35 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau dan 65 persen masih musim hujan.
Wilayah yang telah memasuki musim kemarau, meliputi pesisir utara dan timur Aceh, Sumatera Utara bagian utara, Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan bagian tenggara, pesisir barat Sulawesi Selatan, pesisir utara Sulawesi Utara, pesisir dalam perairan Sulawesi Tengah, sebagian Maluku dan Papua bagian selatan.
Baca Juga: Kemarau, Warga Desa Ini Harus Berjalan Dua Kilometer Untuk Dapatkan Air
Namun, katanya, musim kemarau tidak berarti tidak ada hujan sama sekali. Beberapa daerah diprediksikan masih berpeluang mendapatkan curah hujan. Pada umumnya prospek akumulasi curah hujan 10 harian ke depan, berada pada kategori rendah atau kurang dari 50 mm dalam 10 hari.
Meski demikian, katanya, beberapa daerah masih berpeluang mendapatkan curah hujan kategori menengah dan tinggi.
Curah hujan kriteria menengah, yaitu 50-150 mm dalam 10 hari diprakirakan dapat terjadi di pesisir Aceh, Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan bagian barat, Jambi bagian barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah bagian utara, Sulawesi bagian tengah, Papua Barat bagian utara, dan Papua bagian utara.
Curah hujan kriteria tinggi atau lebih dari 150 mm dalam 10 hari diprakirakan dapat terjadi di pesisir timur Sulawesi Tengah dan Papua bagian tengah.
Pantauan BMKG dan beberapa lembaga internasional terhadap kejadian anomali iklim global di Samudera Pasifik menunjukkan kondisi El Nino Lemah, sedangkan annomali SST di wilayah Samudera Hindia menunjukkan kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) positif.
Kondisi itu diperkirakan berlangsung setidaknya hingga Oktober, November, dan Desember 2019. Oleh karena itu, masyarakat diimbau waspada dan berhati-hati terhadap kekeringan yang bisa berdampak pada sektor pertanian dengan sistem tadah hujan, kekurangan air bersih, dan peningkatan potensi kemudahan kebakaran. (Antara)
Berita Terkait
-
Kemarau, Warga Desa Ini Harus Berjalan Dua Kilometer Untuk Dapatkan Air
-
Memasuki Musim Kemarau, Mentan: Stok Beras Aman
-
Dianggap Fenomena Biasa, Ini Penjelasan BMKG soal Heboh Embun Es di Dieng
-
Suhu Dingin Kota Malang Berpotensi Capai 14 Derajat Saat Puncak Kemarau
-
Gunung Kidul Dilanda Krisis Air Bersih Menahun, Pemda DIY Akui Kewalahan
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Redam Friksi Kasus Febrie Adriansyah
-
Terungkap! Motif Siswa Padang Ledakkan Bom, Dendam Dibully Sejak SD
-
Adian Napitupulu Terima Buku Anotasi KUHAP, Ini Fungsinya
-
Tragedi di Balik Tembok Pesantren: Mengurai Kasus Santri Dibakar di Lombok
-
Bupati Mojokerto Berangkatkan 30 Siswa Sekolah Rakyat ke Kediri untuk Tahun Ajaran 2026/2027
-
Rugikan Masyarakat, Gubsu Bobby Minta Pertamina Bereskan Persoalan Distribusi BBM Dalam Dua Hari
-
Menhut Raja Juli Soal Inpres Gajah: 9 Menteri Wajib Jaga Habitat Nona Seroja dan Bang Domang
-
Legislator PDIP Tegaskan RUU Perampasan Aset Jalan Terus: Kita Geber Sampai Sah!
-
Teror Bom di SD Srengseng, Wakil Ketua Komisi X Desak Polisi Usut Tuntas
-
Jurus Out of the Box Prananda Surya Paloh Rombak Wajah Garda Pemuda NasDem