Suara.com - Ketua Pansel calon pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jilid V, Yenti Garnasih mengungkapkan sebanyak 282 orang telah mendaftarkan sebagai Capim KPK periode 2019-2023. Mereka berasal dari beberapa unsur.
Yenti menjabarkan 53 orang berasal dari unsur akademisi atau dosen. Kemudian, 57 advokat. BUMN, swasta dan pebisnis 26 orang. Jaksa 5 orang. Hakim 11 orang.
"Kemudian sudah ada penambahan 1 anggota TNI, Polri 10 orang, Auditor 6 orang, dari komisioner KPK dan pegawai KPK ada 10 orang, kemudian lain-lain 103 orang," tutur Yeni di Sekretariat Pansel Capim KPK Jilid V, Kementerian Sekretariat Negara, Gedung I, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (4/7/2019).
Berkenaan dengan itu, Yenti mengatakan kemungkinan pihaknya tidak akan memperpanjang waktu pendaftaran. Waktu pendaftaran itu sendiri berkahir pada hari ini pukul 16.00 WIB.
"Melihat perkembangannya kelihatanya tidak ada (perpanjangan waktu), cukup kan kita memerlukan 10 (Capim) kan. Jadi kelihatanya sih kemungkinan besar tidak diperpanjang," ujarnya.
Yenti menambahkan, selanjutnya pihaknya akan mengumumkan nama-nama yang masuk tahap seleksi Capim KPK Jilid V pada 11 Juli 2019 mendatang.
"Yang masuk nanti diumumkan tanggal 11 (Juli) nanti yang masuk berapa itu nanti," ungkapnya.
Berita Terkait
-
TII: Pimpinan KPK Baru Harus Bebas Intervensi dan Konflik Kepentingan
-
Staf Ahli Kapolri, Irjen Ike Edwin Daftar Capim KPK Jilid V
-
Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK Daftar Capim KPK Jilid V
-
Wapres JK Minta Pimpinan KPK Berikutnya Tak Asal Tangkap Orang
-
Dapat Dorongan dari Pimpinan, Penasihat KPK Tsani Daftar Capim KPK Jilid V
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam