Suara.com - Gara-gara takut disunat, seorang bocah nekat memanjat hingga atap rumah. Aksinya mendadak viral di jagat maya, terutama jejaring sosial Facebook.
Adaah Anik Sutari, seorang dokter asal Serang, Banten, yang mengunggah aksi bocah tersebut. Bukan cuma itu, unggahan itu juga disoroti media internasional.
"Selama karier saya, saya sudah melakukan tindakan sunat selama 20 tahun. Saya juga sudah menyunat ribuan anak, tapi baru kali ini sampai ada seorang anak memanjat atap rumah," tulis Dr Anik seperti dikutip World of Buzz, Jumat (12/7/2019).
Dalam unggahannya, dokter menulis banyak orang yang berupaya meyakinkan bocah tersebut untuk turun dari atap.
Kendati begitu, tidak ada satupun yang berani memanjat ke atap. Mereka takut bocah tersebut kabur lagi dan membahayakan dirinya.
Dua jam kemudian, bocah itu masih berada di atap. Terlihat, bocah itu tidak akan turun segera. Beruntung, si orangtua mengontak guru bocah tersebut.
Setelah sang guru tiba, bocah tersebut syok. Dia langsung turun dari atap setelah dibujuk sang guru.
Bukan cuma itu, bocah tersebut kemudian jalan sendiri ke tempat dirinya akan disunat. Bahkan, dia duduk tanpa ada seorang pun yang memaksa.
Bocah tersebut bahkan tidak protes, menangis atau pun melawan setelah kekacauan yang dibikinnya.
Baca Juga: Meski Jarang Terjadi, Sunat Juga Bisa Bikin Komplikasi
Yang bikin Anik tak habis pikir adalah: proses sunat sejatiya hanya 10 menit, tapi dia harus menunggu sampai 3 jam gara-gara aksi bocah tersebut.
Berita Terkait
-
Meski Jarang Terjadi, Sunat Juga Bisa Bikin Komplikasi
-
Waduh, Ini Tiga Indikasi Medis yang Membuat Lelaki Harus Sunat
-
Anak Ingin Sunat, Ini 5 Hal yang Wajib Diperhatikan Orangtua
-
Ngomel saat Nagita Slavina Bahas Sunat, Sikap Rafathar Jadi Sorotan
-
Saksi Sebut Perampok Bersenpi di Toko Emas Permata Beratribut Militer
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Perang Rusia-Ukraina Masuk Tahun Keempat, PBB Desak Gencatan Senjata Segera
-
Fakta Baru! Pegawai Rental yang Aniaya Petugas SPBU Ternyata Positif Sabu dan Ganja
-
Komisi III DPR RI Sayangkan Guru Honorer di Probolinggo Dipidanakan karena Rangkap Jabatan
-
Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Terbukti, Kerry Riza Minta Pembebasan dan Pengembalian Aset
-
Tragedi NS dan Fenomena Filisida: Mengapa Rumah Jadi Ruang Berbahaya bagi Anak?
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!