Suara.com - Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia atau DPC Peradi Jakarta Timur melantik pengurus DPC Peradi Jaktim periode 2019 - 2024 dan Komisi Pengawas Cabang Peradi Jakarta Timur. Pelantikan dilakukan oleh Ketua Dewan Pembina Peradi, Prof. Dr. Otto Hasibuan, SH., MM., bersama Ketua Umum Peradi, Dr. Fauzie Yusuf Hasibuan, SH., MH., di Hotel Best Western , Cawang, Jaktim, Jumat (12/7/2019).
Sebelumnya, melalui musyawarah cabang atau Muscab di Gedung DPD KNPI Jakarta, 14 Maret 2019, Piter Siringoringo, SH., terpilih sebagai Ketua DPC Peradi Jaktim, periode 2019 - 2024. Dalam kepengurusan baru ini, Piter, yang juga menjabat sebagai ketua periode sebelumnya, bertekad untuk mempererat persatuan dan kesatuan para advokat dengan menjunjung tinggi hakikat profesi advokat yang mulia.
“Visi misi DPC Peradi Jakarta Timur ke depan adalah membangun rasa kebersamaan sesama advokat untuk menciptakan advokat yang andal dan profesional. Untuk itu, perlu komunikasi dan hubungan baik, atau bersinergi dengan advokat senior dan advokat junior,” papar Piter.
Advokat lulusan Universitas Sumatera Utara, kelahiran 17 Maret 1959 ini memandang Peradi tengah terpecah-belah, dengan munculnya dua versi Peradi lain. Padahal sesuai dengan Undang-undang Advokat atau UU No. 18 tahun 2003, Peradi hanya satu.
Ketentuan mengenai susunan organisasi advokat ditetapkan oleh para advokat dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
“Ketua Umum Peradi harus diputuskan melalui musyawarah nasional, yang disingkat munas. Inilah sebenarnya yang sah menjadi pemimpin, sementara dua versi lain memilih ketua berdasarkan deklarasi tersendiri. Untuk itu, rasa kebersamaan perlu dijalin, sehingga apa yang dicita-citakan oleh para advokat tercipta dan menjadi advokat yang andal serta profesional. Itulah visi misi utama DPC Peradi Jakarta Timur,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Siapa Kapten Timnas Indonesia vs Kamboja? Sosok Ini Jadi Pengganti Jay Idzes
-
2 Malam Tanpa Serangan ke Iran, Amerika Krisis Pasokan Rudal dan Senjata Makin Menguat
-
Indeks CFX10 Mulai Melesat, Bitcoin Hingga Ethereum Naik Tinggi
-
Marselino Ferdinan Absen Laga Timnas Indonesia vs Kamboja? John Herdman Bilang Begini
-
Belajar dari Bentrokan di Matraman, Pemprov DKI Harus Perkuat Satgas Jaga Jakarta dan FKDM
-
Dari Satu Destinasi Ke Destinasi, Transportasi Umum Menemani Cerita Hariku
-
Spesifkasi PC Minecraft Java Edition Naik, RAM 4 GB Tak Lagi Kuat!
-
90 Mahasiswa Indonesia Lanjut S2 Lewat Erasmus Mundus, Uni Eropa Perkuat Investasi pada Talenta Muda
-
Sensasi Menembus Langit Jakarta Melalui Jalur Langit Transjakarta
-
Anggota TNI Meninggal saat Bantu Kejar Pengedar Narkoba