Suara.com - Ketua Umum Perhimpunan Advokad Indonesia Luhut M. P. Pangaribuan mengatakan Polri, BNN, dan TNI tidak perlu resisten atas informasi yang diungkap Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Haris Azhar. Informasi dugaan keterlibatan pejabat ketiga institusi dalam penyelundupan narkoba yang ditulis Haris berdasarkan hasil waawncara terpidana Freddy Budiman seharusnya ditindaklanjuti, bukan malah Haris dipolisikan memakai UU ITE.
"Kami belum tahu persis, komunikasi secara resmi dari Mabes Polri mengenai persoalan Haris belum ada. Ada yang bilang terlapor, tersangka. Mengenai itu kami lihat ini misleading. Artinya respon yang dilakukan tiga institusi itu (Polri, BNN, TNI) ke dalam atau internal," kata Luhut dalam konferensi pers di kantor Peradi, Jakarta Pusat, Senin (8/8/2016).
Menurut Luhut informasi yang disampaikan Haris lewat tulisan sebenarnya sudah menjadi rahasia umum.
"Persoalan keterlibatan pejabat penegak hukum dalam bisnis narkoba itu ada dimana-mana. Apa yang dikatakan Freddy kepada Haris ini kan sesuatu yang menjadi pengetahuan umum," ujar dia.
Luhut tak habis pikir kenapa justru polisi menuntut bukti dari Haris Azhar. Sebaliknya, itulah tanggungjawab polisi, mencari bukti.
"Harusnya arahnya Kepolisian bukan dengan mengatakan apakah saudara punya kwitansi, bukti-buktinya, itu kan hal yang aneh. Selain itu bukan haknya Haris juga untuk membuktikan. Informasi Haris itu harus jadi entry point bagi kepolisian," tutur dia.
Kepolisian, kata Luhut, harus memanfaatkan informasi yang disampaikan Haris guna mengungkap keterlibatan pejabat penegak hukum dalam bisnis narkoba.
"Yang lebih penting lagi adalah setelah informasi ini apa yang dilakukan penegak hukum. Itu sebabnya saya katakan supaya secepatnya ke dalam (internal) dilakukan tindakan-tindakan, agar mereka pejabat yang terlibat itu tidak menghilangkan barang bukti. Itu lebih penting dari pada mengurusi seorang Haris," kata dia.
"Yang menjadi soal, kenapa responnya tiga institusi aneh. Mestinya berterimakasih dong, bukan menyerang Haris, tapi dilakukan perbaikan ke dalam," Luhut menambahkan.
Berita Terkait
-
Ketua Umum Peradi Profesional Pimpin Pengukuhan Guru Besar Hukum Kepailitan di Universitas Jayabaya
-
Haris Azhar Soroti Kejanggalan Penahanan Prajurit oleh Puspom TNI dalam Kasus Andrie Yunus
-
Peradi Profesional Resmi Dideklarasikan, Santuni 1.250 Anak Yatim di Jakarta
-
Santai Jelang Diperiksa Polisi, Haris Azhar: Klarifikasi Pandji Masih Tahap Ngobrol
-
PERADI SAI Soal KUHAP Baru: Polisi-Jaksa akan Lebih Profesional, Advokat Tak Lagi Jadi 'Penonton'
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat