Suara.com - Beredar sebuah video seorang polisi lalu lintas yang tampak kebingungan saat didebat oleh seorang pria paruh baya mengenai rambu lalu lintas.
Pria yang mengaku sebagai profesor hukum ini tak terima hendak ditilang oleh petugas lantaran tak merasa melanggar aturan.
Video tersebut diunggah dalam akun Facebook Tri Hernowo di grup Informasi Terkini. Dalam video berdurasi 1 menit 43 detik itu, tampak si pria yang mengaku sebagai profesor hukum membawa si polantas ke rambu lalu lintas yang menjadi penyebab ia hendak di tilang.
Si pria itu menanyakan dasar hukum sang polisi menilang dirinya. Sebab, dalam rambu lalu lintas tidak ada tulisan larangan kendaraan roda empat dilarang memutar balik.
"Roda dua putar kembali ikuti isyarat lampu (membacakan yang ada di papan rambu lalin). Yang mana yang tidak boleh roda empat putar? Apa dasar hukumnya? Saya profesor hukum," kata si pria seperti dikutip Suara.com dari dalam video, Rabu (17/7/2019).
Mendengar pertanyaan dari si pria paruh baya itu, polantas menutupi kebingungannya dengan tersenyum. Sang Polantas tidak menjawab pertanyaan si pria itu.
"Itu kamu tangkap (menunjuk pengendara lain), saya ditangkap, apa itu artinya rambu ini? Ini rambu bukan larangan, kalaupun anda penegak hukum anda harus tau apa artinya. Apa artinya ini? Coba renungkan," ungkap si pria.
Si polantas masih tak bergeming, ia tak menjawab pertanyaan demi pertanyaan dari si pria tersebut.
"Kalau kamu tilang aku, aku gugat pasti kamu kalah di pengadilan. Yakin aku yakin pasti. Kasihan lah masyarakat, sekarang pintar masyarakat," tutur si pria.
Baca Juga: Toilet Ojol Dipisah, Sopir Ojol ke Mal Puri Indah: Kami Customer
Sejak diunggah pada Selasa (16/7/2019), video ini sudah dibagikan lebih dari 5 ribu kali dan dibanjiri oleh beragam komentar. Banyak warganet yang mengecam aksi si Polantas asal melakukan tilang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
Terkini
-
Atasi Sampah di Bali, Menpar Widyanti Siap Jalankan Gerakan Indonesia Asri Arahan Prabowo
-
Cak Imin Ungkap Obrolan PKB Bareng Prabowo di Istana: dari Sistem Pilkada hingga Reshuffle?
-
Geger Tragedi Siswa SD di NTT, Amnesty International: Ironi Kebijakan Anggaran Negara
-
Rute MRT Balaraja Dapat Restu Komisi D DPRD DKI: Gebrakan Baru Transportasi Aglomerasi
-
Wamensos Minta Kepala Daerah Kaltim & Mahakam Ulu Segera Rampungkan Dokumen Pendirian Sekolah Rakyat
-
Dukung 'Gentengisasi' Prabowo, Legislator Demokrat: Program Sangat Menyentuh Masyarakat
-
Pemulihan Pascabencana Sumatera Berlanjut: Pengungsi Terus Berkurang, Aktivitas Ekonomi Mulai Pulih
-
DPR Soroti Tragedi Siswa SD NTT, Dorong Evaluasi Sisdiknas dan Investigasi Menyeluruh
-
Dobrak Kemacetan Jakarta-Banten, Jalur MRT Bakal Tembus Sampai Balaraja
-
Pakar Soal Kasus Chromebook: Bukti Kejagung Bisa Gugurkan Dalih Niat Baik Nadiem Makarim