Suara.com - Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra menyatakan pekan depan Mabes Polri akan mengumumkan pembentukan Tim Teknis investigasi kasus penyiraman Novel Baswedan.
Tim Teknis ini merupakan rekomendasi dari Tim Pencari Fakta yang melakukan investigasi kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan.
"Kemungkinan minggu depan," kata Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (23/7/2019).
Saat ini Kabareskrim Polri Komjen Pol Idham Azis selaku pimpinan Tim Teknis masih mempelajari sejumlah temuan yang dilaporkan Tim Pencari Fakta. Personel Polri yang akan mengisi Tim Teknis akan dipilih mereka yang terbaik.
"Inafis, Pusiden, sampai ke Densus 88. Yang terbaik karena ini kasus penting," kata Kadivhumas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal.
Tim Teknis akan mulai bekerja Agustus 2019.
Iqbal mengatakan tim ini akan bekerja keras selama 3 bulan untuk bisa mengungkap tabir kasus Novel.
"Prinsipnya kami akan kerja keras," katanya.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo memberi waktu tiga bulan kepada Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk mengungkap pelaku penyerangan Novel melalui Tim Teknis yang dibentuk Polri.
Baca Juga: Pengacara Novel Baswedan: Jokowi Buang-buang Waktu
Berita Terkait
-
Diberi Waktu 3 Bulan, Tim Teknis Kasus Novel Mulai Bekerja Awal Agustus
-
Jokowi Minta 3 Bulan Kasus Novel Tuntas, Amien Rais: Dalangnya Ada di Dalam
-
Jokowi Ngeluh Ditanya Kasus Novel, Ustaz Tengku Zul Minta Kapolri Dicopot
-
Pengacara Novel Baswedan: Jokowi Buang-buang Waktu
-
Jokowi Beri Waktu Tiga Bulan Kepada TGPF, JK: Polisi Punya Kemampuan
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan
-
Operasi Pekat Jaya Sepekan, Polda Metro Jaya Tangkap 105 Pelaku Tawuran, 56 Sajam Disita
-
Telak! Baru 7 Hari Dilantik Menkeu Purbaya, Kepala Kanwil Bea Cukai Sumbagsel Diciduk KPK
-
Prabowo Naikkan Gaji Hakim untuk Cegah Penegak Hukum Korupsi, Eks Ketua KPK: Tak Sesederhana Itu
-
Saat 16 Ormas Sepakat RI Gabung BoP, Israel Masih Terus Serang Palestina
-
Ciduk Kepala Pajak Banjarmasin Lewat OTT, KPK Sita Duit Tunai Lebih dari Rp1 Miliar
-
Buntut Siswa SD di NTT Bunuh Diri, Komisi X DPR Bakal Panggil Mendikdasmen Pekan Depan
-
Abraham Samad Akui Minta Prabowo Agar 57 Eks Pegawai Gagal TWK Abal-abal Kembali ke KPK
-
Kapolres Ngada Ungkap Kematian Bocah 10 Tahun di NTT Bukan Akibat Ingin Dibelikan Buku dan Pena
-
Pramono Optimis Transjabodetabek Rute Soetta Bakal Diserbu: Bayar Rp3.500, Siapa yang Nggak Mau?