"Sebagai orang Betawi ya miris juga. Tapi yang selalu jadi pedoman saya adalah apa yang dilakukan anak-anak itu kan halal. Mungkin banyak orang yang cuma melihat sisi negatifnya, kok ondel-ondel dipakai ngamen kesannya kumuh, miskin, terbelakang. Tetapi mungkin banyak orang tidak tahu kalau ondel-ondel memberi kesempatan hidup bagi orang lain," beber Purnama.
Purnama menjelaskan maksudnya lebih jauh. Kata dia, orang-orang yang berkumpul di sanggar tidak cuma anak Jakarta, namun juga berasal dari luar pulau Jawa yang berusaha mencari peruntungan di ibu kota.
Awalnya anak-anak daerah yang minim kemampuan bekerja itu hanya sekadar nongkrong.
Belakangan, mereka mau diajak mencari uang dengan manjak alias memerankan ondel-ondel keliling.
"Dari pada luntang-lantung enggak ada kerjaan malah lari ke hal negatif seperti narkoba atau kriminal, lebih baik saya ajak mereka untuk main ondel-ondel. Seperti simalakama tapi memang seperti itu kenyataannya," jelas Purnama.
Serampangan
Budayawan Betawi, Saiful Amri, menyoroti dilematisnya keberadaan ondel-ondel keliling di Jakarta.
Menurut Amri, banyak pengamen jalanan yang memanfaatkan kesenian ondel-ondel sebagai sumber pendapatan dengan tidak mengacuhkan pakem-pakem budaya Betawi.
"Kita lihat sendiri sekarang ini, ondel-ondel keliling kan diiringi musik dari kaset dan pengamennya kadang hanya pakai sandal jepit bahkan terkadang nyeker alias tidak pakai alas kaki. Ini jelas menghancurkan pakem-pakem budaya Betawi," ujar Amri.
Baca Juga: Diasuh Pengamen Ondel-ondel, Bocah 13 Tahun Meninggal karena Gizi Buruk
Pakem-pakem budaya Betawi dalam kesenian ondel-ondel, lanjut Amri, seharusnya tetap ditampilkan sesuai aturan.
"Misalnya dengan diiringi musik gambang kromong atau rebana sungguhan. Atau para pemainnya mengenakan pakaian adat yang mencerminkan budaya Betawi. Kalau seperti itu justru bagus karena misi pelestarian dan pengenalan budaya Betawinya juga kena,” katanya lagi.
Amri berharap Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) dan Badan Musyawarah Masyarakat (Bamus) memainkan perannya sebagai lembaga yang dapat meluruskan pakem-pakem budaya Betawi.
Ia menilai, keberadaan ondel-ondel keliling saat ini tidak sekadar berhubungan dengan kesenian namun juga “urusan perut”.
“Teman-teman dari LKB dan Bamus sempat memanggil para pengamen ondel-ondel itu dan berusaha untuk menertibkannya. Kalau mereka memang mau melestarikan budaya tentu kami dukung asalkan mengikuti aturan. Jangan cuma mencari untung demi perut, tetapi menghancurkan budaya Betawi,” ujar Amri.
Menyikapi soal pakem Betawi, Usman dari sanggar Kramat Pulo menjelaskan banyak ondel-ondel keliling yang masih berusaha untuk taat aturan main.
Berita Terkait
-
Diasuh Pengamen Ondel-ondel, Bocah 13 Tahun Meninggal karena Gizi Buruk
-
Aksi Ondel-ondel Tuntut MK Bertindak Adil
-
Lestarikan Budaya Betawi, Remaja 16 Tahun Bikin Website Setu Babakan
-
Ini Usia yang Tepat Mengenalkan Anak Tradisi Silat Betawi
-
Padukan Milenial dan Betawi di JPO Pasar Minggu, DKI Siapkan Rp 7 Miliar
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Usai Bermalam di IKN, Prabowo Tinjau Progres Pembangunan Ibu Kota Nusantara
-
Tunanetra Terjatuh ke Selokan Usai Gunakan Transjakarta Cares, Manajemen Janji Evaluasi Layanan
-
Tunanetra Terjatuh ke Selokan Usai Gunakan Transjakarta Cares, Manajemen Janji Evaluasi Layanan
-
SBY: Matahari di Partai Demokrat Hanya Satu, Mas AHY
-
Jakarta Belum Kering dari Banjir, BMKG Kembali Terbitkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem
-
Hujan Lebat dan Angin Kencang Terjang DIY, Satu Warga Kulon Progo Tewas Tersambar Petir
-
Berkas Roy Suryo Cs Dilimpahkan ke Kejaksaan, Kapan Tersangka Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Disidang?
-
Banjir Jakarta Utara, 643 Warga Semper Barat Mengungsi, Kapolda: Kami Pastikan Terlayani dengan Baik
-
Banjir Jakarta, Sekitar 1.600 Warga Masih Mengungsi hingga Selasa Pagi
-
Jakarta Masih Dikepung Banjir Pagi Ini, 28 RT dan 6 Ruas Jalan Tergenang Air