Suara.com - Indeks Demokrasi di Provinsi DKI Jakarta menjadi yang paling bagus. Sementara Papua Barat paling buruk.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan data terbaru Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di tahun 2018 mencapai angka 72,39 secara nasional. Kepala BPS, Suhariyanto memaparkan pada periode 2017-2018 jumlah provinsi yang memiliki angka IDI berkategori baik meningkat dari 4 provinsi menjadi 5 provinsi.
"Provinsi DKI Jakarta berhasil mempertahankan posisi pada peringkat pertama dengan nilai IDI sebesar 85,08 diikuti Bali dengan 82,37," kata Suhariyanto dalam konferensi pers di Kantor BPS, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Senin (29/7/2019).
Selanjutnya, posisi ketiga diduduki oleh NTT (82,32), Kalimantan Utara (81,07) dan DI Yogyakarta (80,82).
"Tahun sebelumnya provinsi DI Yogyakarta berada pada posisi kedua," jelasnya.
Namun begitu, terdapat satu provinsi yang masuk kategori buruk yaitu provinsi Papua Barat dengan nilai 58,29, tahun lalu angka IDI di Papua Barat 62,76.
Suhariyanto menambahkam dibandingkan dengan capaian IDI pada 2017, tahun ini terdapat 20 provinsi yang mengalami peningkatan dan 14 provinsi yang mengalami penurunan.
"Dua provinsi dengan peningkatan IDI terbesar terjadi di Aceh dan NTT, masing-masing meningkat 9,04 poin dan 6,82 poin. Sementara yang mengalami penurunan Bangka Belitung dan Jambi, masing-masing menurun 6,68 poin dan 5,41 poin," tutupnya.
Berikut peringkat IDI 2018 berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS):
Baca Juga: KSP Klaim Indeks Demokrasi Indonesia Baik Jelang Pilpres 2019
1. DKI Jakarta 85,08
2. Bali 82,37
3. Nusa Tenggara Timur 82,32
4. Kalimantan Utara 81,07
5. DI Yogyakarta 80,82.
6. Aceh 79,97
7. Kalimantan Selatan 79,92
8. Kep. Riau 79,19
9. Sulawesi Utara 77,77
10. Riau 77,59
11. Sumatera Selatan 77,14
12. Kalimantan Barat 76,14
13. Maluku 75,51
14. Sulawesi Tengah 75,29
15. Sulawesi Tenggara 74,32
16. Kalimantan Timur 73,88
17. Banten 73,78
18. Nusa Tenggara Barat 73,63
19. Kep. Bangka Belitung 73,43
20. Jawa Timur 72,86
21. Gorontalo 72,59
22. Jawa Tengah 72,17
23. Maluku Utara 72,10
24. Sulawesi Barat 71,46
25. Kalimantan Tengah 71,27
26. Sulawesi Selatan 70,88
27. Bengkulu 70,71
28. Jambi 66,71
29. Lampung 68,67
30. Sumatera Barat 67,06
31. Jawa Barat 65,50
32. Sumatera Utara 64,33
33. Papua 62,20
34. Papua Barat 58,29.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Bukan Musuh, Pemred Suara.com Ajak Jurnalis Sulsel Taklukkan Algoritma Lewat Workshop AI
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris
-
Nekat Berangkat Saat Sakit, Tangis Pilu Nur Afni PMI Ilegal Minta Dipulangkan dari Arab Saudi
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag
-
Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin