Ia mengatakan akan memberikan sosialisasi kepada seluruh masyarakat terkait rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan Tengah, khususnya kabupaten Gunung Mas. Sosialisasi itu tidak hanya mengenai rencana namun juga kesiapan yang harus dilakukan masyarakat asli.
Kekurangan
Menurut Efrensia, salah satu kekurangan Gunungan Mas adalah infrastruktur jalan yang belum sepenuhnya mampu menjangkau seluruh wilayah.
Jika ingin membenahi sebagai ibu kota maka pembangunan harus dimulai dari nol. Konsep pemetaan Efrensia mengatakan tidak memiliki kriteria khusus, serta tidak punya banyak bayangan perkiraan.
“Soal desain, saya kira itu ranahnya Bappenas, kita belum tahu juga rincian desain nanti akan seperti apa, kami hanya sering diajak diskusi saja mengenai kesiapan, namun tidak pada tahap penentuan desain,” kata Efrensia.
Gunung Mas yang berjarak 180 km dari kota Palangka Raya ini, hingga sekarang belum melakukan persiapan khusus atas rencana pemindahan ibu kota tersebut, pembangunan jalanan yang terpantau Tim ANTARA , di sepanjang jalur Kabupaten Gunung Mas ternyata bukan dalam rangka kesiapan pemindahan Ibu Kota.
Pembangunan jalan-jalan provinsi tersebut memang sudah direncanakan pada tahun 2019 dan sudah agenda dari pemerintah daerah, serta tidak terkait dengan isu pemindahan ibu kota.
Beberapa bagian Gunung Mas, tanahnya terdiri dari lahan gambut. Kebakaran hutan juga masih masih terjadi, tetapi sudah berkurang setelah adanya sosialisasi.
Rata-rata masyarakat Gunung Mas bermata pencaharian sebagai petani dan peternak. Baik petani karet, dan sayuran-sayuran, peternak sarang walet juga menjadi andalan masyarakat. Untuk itu Wakil Bupati Gunung Mas meminta perekonomian masyarakat tetap diarahkan sesuai keahlian masyarakat awalnya, agar tidak terpinggirkan.
Baca Juga: Isu Ibu Kota Pindah, Harga Tanah di Gunung Mas Kalteng Naik 4 Kali Lipat
Berbeda pendapat dengan Efrensia, Binartha salah satu tokoh yang dipercaya masyarakat menjadi dewan perwakilan daerah, menyebutkan bahwa persoalan tanah masih kerap menjadi sengketa di Kabupaten Gunung Mas.
Menurutnya, banyak lahan masyarakat yang telah dijadikan perkebunan karet diubah menjadi lahan perizinan oleh pemerintah daerah.
“Saya pribadi menolak, jika hak-hak masyarakat lokal tidak dipenuhi dulu, nantinya akan banyak tanah masyarakat yang merasa terampas,” kata Binartha.
Petani karet sering kalah dengan adanya investor masuk yang menggunakan lahan-lahan izin dari pemerintah daerah. Ketika investor tersebut masuk, banyak hak masyarakat lokal yang direbut, sebab sertifikat kepemilikan masih belum diperjelas hingga saat ini.
“Saya akan mendukung, jika sosialisasi tersebut sudah berdialog dengan masyarakat petani pemilik perkebunan secara langsung, kasihan nanti lahannya diambil begitu saja tanpa adanya kompensasi, mau kerja apa mereka,” ujar Binartha.
Namun Binartha sendiri juga memberi ruang bagi para investor untuk mengembangkan perekonomian masyarakat Gunung Mas, agar kehidupan masyarakat membaik, asalkan tetap mengutamakan masyarakat asli Gunung Mas, bukan meminggirkan. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Isu Ibu Kota Pindah, Harga Tanah di Gunung Mas Kalteng Naik 4 Kali Lipat
-
1 Juta PNS Dikirim ke Kalimantan Jika Ibu Kota Jadi Pindah
-
Sebelum Indonesia, 4 Negara Ini Sudah Pindahkan Ibu Kota
-
Sah! Ibu Kota Negara Pindah ke Kalimantan, dari Jakarta
-
Cerita Gunung Mas, Calon Ibu Kota Negara yang Gelap Gulita di Tengah Hutan
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar