Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan hingga saat ini draf Peraturan Presiden (Perpres) terkait industri Mobil Listrik belum sampai ke meja kerjanya.
Jokowi mengatakan, setelah draf tersebut sudah sampai di meja kerjanya akan langsung menandatangi Perpres terkait industri Mobil Listrik.
"Kalau sudah sampai di meja saya, saya tandatangani pasti," ujar Jokowi di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Kamis (1/8/2019).
Kepala Negara kemudian berharap pengembangan mobil listrik segera dimulai setelah Perpres tersebut terbit.
"Kita juga bisa langsung menyiapkan infrastruktur dalam rangka menunjang mobil listrik ini," ucap dia.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu berharap dengan adanya mobil listrik, dapat mengurangi tingkat polusi di kota-kota besar di tanah air.
"Saya kira ke depan semua negara mengarah ke sana semuanya. Enggak polusi, penggunaan bahan bakar nonfosil. Mengarahnya ke sana," tandasnya.
Sebelumnya Menteri Perindustrian Airlangga mengatakan Perpres terkait industri mobil listrik sudah diteken oleh menteri.
"Perpres mobil listrik semuanya (menteri) tanda tangan. Dalam waktu singkat," kata Airlangga usai rapat terbatas di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (31/7/2019).
Baca Juga: Seperti JK, Nasdem: Ma'ruf Amin Pasti Diajak Jokowi Bahas Kabinet
Berita Terkait
-
Sempat Picu Perdebatan, Perpres Mobil Listrik Sudah Direstui Para Menteri
-
Jokowi Ungkap Sejarah Banyak Orang Batak Jadi Pengacara
-
Kebakaran Hutan Lagi, Jokowi: Saya Telepon BNPB, Panglima TNI dan Kapolri
-
Kuasa Hukum Berharap Baiq Nuril Bisa Bertemu Jokowi Minggu Ini
-
PPP Sebut Ma'ruf Amin Juga Beri Masukan Terkait Nama Menteri ke Jokowi
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran
-
Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus
-
Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia
-
Panas! Ade Armando Batal Maaf ke Jusuf Kalla Jika Laporan Polisi Tak Dicabut
-
Studi Ungkap Dilema Nikel: Dibutuhkan untuk Energi Bersih, tapi Ancam Lingkungan
-
Bidik Tersangka Tragedi Bekasi: Polisi Periksa 39 Saksi dari Pejabat KAI hingga Bos Taksi Green SM
-
Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?
-
Kasus Kekerasan Gender Tembus 376 Ribu, LBH APIK Ungkap Lemahnya Perlindungan Korban
-
Eks Gubernur Sultra Nur Alam Dilaporkan ke KPK Terkait Korupsi Dana Unsultra Rp12 Miliar
-
Detik-Detik Sopir Taksi Green SM Selamat dari Maut Sebelum KRL Ditabrak Argo Bromo