Suara.com - Mantan tenaga honorer SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Baiq Nuril Maknun, mengaku senang impiannya bisa menyambangi Istana Kepresidenan dan bertemu Presiden Jokowi tercapai. Apalagi undangan Jokowi sore tadi dibarengi dengan pemberian salinan Keputusan Presiden terkait pemberian amnesti pada kasus yang menjeratnya.
"Ternyata apa yang saya impikan alhamdulillah hari ini terkabul," ujar Nuril seraya menahan haru di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/8/2019).
Nuril merupakan Terpidana kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Seusai bertemu dengan Jokowi, Nuril mengaku dirinya pernah mempunyai impian untuk bisa memasuki Istana. Sebab dirinya hanyalah rakyat biasa.
"Karena saya cuma rakyat biasa. Dan saya berpesan, saya dulu punya cita cita, kapan ya saya masuk ke istana semegah ini. Bahkan saya punya mimpi dulu. Saya berpesan jangan takut untuk bermimpi, jangan takut untuk menggapai cita cita," kata dia.
Saat bertemu Jokowi, Nuril tak bisa berkata-kata. Ia hanya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Negara mau meluangkan waktu untuk menerima dirinya di Istana.
"Saya cuma bisa bilang terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak Presiden yang dengan semang hati beliau mau menerima saya di istana bogor ini, dan saya sangat bangga punya Presiden seperti bapak Jokowi," tandasnya
Untuk diketahui, Baiq Nuril adalah ibu yang divonis penjara 6 bulan dan denda Rp 500 juta karena dinyatakan bersalah menyebarkan rekaman tindakan asusila. Padahal, Nuril adalah korban pelecehan seksual non seksual oleh atasannya saat bekerja di sekolah.
Baca Juga: Jika PAN Bergabung ke Jokowi, Amien Rais: Aib dan Hina di Hadapan Allah
Berita Terkait
-
Saking Grogi Diajak Ngobrol, Baiq Nuril Lupa Minta Ini ke Jokowi
-
Salinan Keppres Amnesti Bakal Dibingkai, Baiq Nuril: Ini Paling Berharga
-
Serahkan Salinan Keppres Amnesti, Jokowi ke Baiq Nuril: Keluarga Sehat?
-
Baiq Nuril Akan Diterima Jokowi di Istana Bogor
-
Kuasa Hukum Berharap Baiq Nuril Bisa Bertemu Jokowi Minggu Ini
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Nasib Pilu Korban Penyekapan Bandung, Menkes Tak Bisa Jamin Pulih Sempurna
-
Negara Eropa Bersatu untuk Venezuela, Kirim Banyak Bantuan Termasuk Pesawat Angkut A400M
-
Buntut Viral di Medsos, Kawasan Senopati Kena 'Sikat' Petugas: Mobil Mewah Ikut Kena Angkut!
-
Geger Siswa SD Demo Dukung MBG, Saat Hak Anak Dirampas Demi 'Syahwat' Orang Dewasa
-
Update Gempa Venezuela, Korban Tewas Tembus 164 Orang
-
Tiga Manajer KDMP dan KNMP Meninggal di Latsarmil! DPR Desak Evaluasi Total Latihan Fisik
-
Skandal Suap dan Gratifikasi Rp2,5 Miliar! Ketua dan Wakil PN Depok Segera Disidang di Bandung
-
Rekayasa Lalu Lintas Bundaran HI 27 Juni, Cek Rute Alternatif dan Kantong Parkir HUT Jakarta
-
Penderita TBC Bakal Terima MBG? Begini Penjelasan Menkes
-
'Kalau Cemas Mending Berbenah!' PSI Semprot Balik PDIP Soal Dukungan Prabowo-Gibran Dua Periode