News / Nasional
Kamis, 08 Agustus 2019 | 19:30 WIB
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh saat menghadiri Kongres V PDIP di Bali. (Suara.com/M. Yasir)

Suara.com - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh tidak mempersoalkan sikap Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri yang meminta jatah kursi menteri lebih banyak kepada Presiden terpilih Joko Widodo.

Paloh mengatakan permintaan itu wajar lantaran PDIP sebagai partai pemenang Pemilu 2019. Hal itu dikatakan Paloh usai menghadiri acara pembukaan Kongres V PDIP, di Hotel Grand Inna Beach, Bali, Kamis (8/8/2019).

"Ya wajar lah partai pemenang pemilu kan harus lebih banyak," kata Surya Paloh.

Surya Paluh juga tidak keberatan jika Jokowi menyetujui permeintaan Megawati. Sehingga, PDIP bakal mendapat jatah kursi lebih banyak dari partai pendukung lain.

Terkait itu, Surya Paloh mengklaim pihaknya tidak pernah meminta jatah kursi menteri kepada Jokowi. Paloh menilai terkait komposisi menteri sepenuhnya menjadi hak prerogatif Jokowi sebagai presiden terpilih.

"Nasdem enggak ada minta-minta. Jadi saya harus lempang, enggak pernah kita minta-minta kursi itu. Tergantung Pak Presiden (Jokowi) saja, dia perlukan NasDem boleh, enggak diperlukan juga enggak apa-apa," ucapnya.

Menurut Surya Paloh, Nasdem berkomitmen mendukung pemerintahan Jokowi - Ma'ruf Amin di periode 2019-2024 tanpa syarat. Sehingga ia mengklaim tak pernah meminta jatah menteri seperti yang dilakukan kebanyakan parpol pendukung Jokowi - Maruf yang lain.

"Nasdem tidak tahu dan tidak minta dan memang tetap komit artinya memberikan dukungan tanpa syarat dan itu saya pikir harus kita yakinkan bersama dan itu pride saya sebgai pimpinan partai ini. Tidak pernah saya bicara satu minggu yang lalu begini, minggu depan begini, cilaka kita ini," pungkasnya.

Baca Juga: Nasdem: Surya Paloh Tak Pernah Bicara Dukung Anies Nyapres

Load More