News / Nasional
Kamis, 08 Agustus 2019 | 20:30 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. [Suara.com/Putu Ayu P]

Suara.com - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyesalkan adanya oknum Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur yang diduga melakukan penipuan terhadap 59 calon jamaah haji. Kasus tersebut mestinya tidak terjadi karena ribuan masyarakat bersusah payah untuk bisa pergi ke tanah suci.

"Masyarakat yang ingin naik haji itu sampai inden tahunan, bahkan ada yang 20 tahun. Banyak yang bahkan nyicil untuk bisa nabung. Nah, maka menjadi bentuk tindakan yang kehilangan spiritual ya kalau sampai dana haji itu juga dikorupsi," kata Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, disela persiapan Idul Adha di kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (8/8/2019) sore).

Haedar menuturkan, para pejabat Kemenag seharusnya menghindari perilaku korup. Mereka harus memiliki rasa syukur dan mengamalkan hidup yang cukup tanpa berlebihan Dengan demikian pejabat di Kemenag tidak tergoda untuk melakukan tindakan korupsi.

"Semua pejabat baik yang beragama Islam maupun seluruhnya (umat) beragama untuk mengamalkan agama dan juga Pancasila agar jauh dari korupsi, agar hidup tenang, dan kemudian kita ke depan (harus) melangkah dengan gerakan tanpa korupsi," tandasnya.

Haedar kemudian meminta pada pihak penegak hukum bisa menindak pelaku terduga korupsi secara tegas. Hal itu diperlukan agar mereka tidak main-main pada jabatannya di Kemenag.

Sebelumnya Polda Jatim menahan Murtaji Junaedi selaku koordinator penyelenggara haji yang menipu 59 calon jamaahnya.

Berdasarkan keterangan Junaedi, polisi menduga ada oknum Kemenag yang terlibat dalam penipuan itu.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Baca Juga: Nyoman Dhamantra Diciduk KPK, Ini Pesan Megawati Sebelum Kongres V PDIP

Load More