Suara.com - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyesalkan adanya oknum Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur yang diduga melakukan penipuan terhadap 59 calon jamaah haji. Kasus tersebut mestinya tidak terjadi karena ribuan masyarakat bersusah payah untuk bisa pergi ke tanah suci.
"Masyarakat yang ingin naik haji itu sampai inden tahunan, bahkan ada yang 20 tahun. Banyak yang bahkan nyicil untuk bisa nabung. Nah, maka menjadi bentuk tindakan yang kehilangan spiritual ya kalau sampai dana haji itu juga dikorupsi," kata Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, disela persiapan Idul Adha di kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (8/8/2019) sore).
Haedar menuturkan, para pejabat Kemenag seharusnya menghindari perilaku korup. Mereka harus memiliki rasa syukur dan mengamalkan hidup yang cukup tanpa berlebihan Dengan demikian pejabat di Kemenag tidak tergoda untuk melakukan tindakan korupsi.
"Semua pejabat baik yang beragama Islam maupun seluruhnya (umat) beragama untuk mengamalkan agama dan juga Pancasila agar jauh dari korupsi, agar hidup tenang, dan kemudian kita ke depan (harus) melangkah dengan gerakan tanpa korupsi," tandasnya.
Haedar kemudian meminta pada pihak penegak hukum bisa menindak pelaku terduga korupsi secara tegas. Hal itu diperlukan agar mereka tidak main-main pada jabatannya di Kemenag.
Sebelumnya Polda Jatim menahan Murtaji Junaedi selaku koordinator penyelenggara haji yang menipu 59 calon jamaahnya.
Berdasarkan keterangan Junaedi, polisi menduga ada oknum Kemenag yang terlibat dalam penipuan itu.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Baca Juga: Nyoman Dhamantra Diciduk KPK, Ini Pesan Megawati Sebelum Kongres V PDIP
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
ICW: Prabowo Menormalisasi Rangkap Jabatan lewat Pengangkatan Nanik S. Deyang Cs
-
2.000 Taruna Diterjunkan ke Sekolah Rakyat, Pemerintah Bantah Ada Militerisasi
-
Kepala BGN Nanik S Deyang Dilaporkan atas Dugaan Rangkap Jabatan di BUMN
-
Indonesia-Belarus Sepakati 7 MoU dan Roadmap Kerja Sama hingga 2030
-
80 Tahun Polri: Reformasi Dinilai Jalan di Tempat, Pergantian Kapolri Dianggap Mendesak
-
Sekolah Rakyat Permanen Sukoharjo Hampir Rampung, Siap Beroperasi 14 Juli
-
Tri Tito Karnavian Berharap Produk Kerajinan Indonesia Tembus Pasar Global di HUT ke-46 Dekranas
-
Terjerat Korupsi MBG, Begini Nasib Brigjen Lalu di Polri!
-
Kolaborasi Perkuat Layanan Jantung Anak di RSUD Tobelo
-
Prabowo Berencana Terbang ke Belarus untuk Kunjungan Balasan