Suara.com - Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) yang diketuai oleh Retno Lestari menggelar penyuluhan Ramambu yaitu inovasi terbaru dari Tim Inkubator Bisnis FMIPA UI yang dapat menghilangkan bau serta laten penyakit pada sampah.
"Ramambu merupakan sebuah inovasi mahasiswa FMIPA UI yang terdiri atas Aulia Brellian Pratama, Arfan Fauzi Soffan, Rabbil Pratama Aji dan Deti Purwanti," kata Retno Lestari di Kampus UI, Sabtu (10/8/2019).
Retno Lestasi yang merupakan dosen FMIPA UI mengajak para mahasiswa serta menggandeng Yayasan Pandu Cendekia, UKM Pramuka UI dan didukung oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat UI (DRPM UI) untuk mengenalkan Ramambu kepada masyarakat.
Ramambu terdiri atas bahan-bahan semi organik untuk menghilangkan bau pada sampah, seperti eter sulfat, tripolyphosphate, Na2CO3 dan beberapa bahan lainnya. Secara bahasa, Ramambu berasal dari bahasa Jawa, yaitu Ora yang berarti tidak dan Mambu yang berarti bau tak sedap.
"Ramambu diharapkan dapat menjadi produk ramah lingkungan yang membuat lingkungan menjadi lebih nyaman," katanya seperti dilansir Antara.
Ia menjelaskan produk Ramambu terdiri atas dua bentuk yaitu bubuk dan larutan dalam botol semprot. Ramambu dalam bentuk bubuk digunakan untuk menghilangkan bau sampah yang jumlahnya besar.
Cara penggunaannya cukup ditaburkan pada permukaan sampah, lalu bau sampah akan berkurang. Selain itu,terdapat kemasan berupa botol semprot.
Ramambu dengan kemasan botol semprot ini didesain untuk mudah dibawa. Kegunaan Ramambu botol semprot 10 ml juga dapat digunakan untuk menghilangkan bau tak sedap dari sepatu, helm, maupun jaket.
Aulia Brellian sebagai perwakilan mahasiswa melakukan presentasi singkat mengenai manfaat cara pakai Ramambu dan cara memilah sampah di hadapan warga RW 10 Kelurahan Pasar Minggu.
Baca Juga: Prihatin Kondisi Sampah, Hamish Daud Dirikan Yayasan Jaga Kelestarian Laut
Penyuluhan dilakukan di hadapan warga RW 10 Kelurahan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada 30 Juli 2019.
Berita Terkait
-
Sapi TPA Putri Cempo Disebut Mengandung Timbal, Permintaan Langsung Anjlok
-
Prihatin Kondisi Sampah, Hamish Daud Dirikan Yayasan Jaga Kelestarian Laut
-
Prihatin Kondisi Sampah, Hamish Daud Dirikan Yayasan Jaga Kelestarian Laut
-
Terindikasi Mengandung Timbal, Daging Sapi TPA Putri Cempo Malah Digemari
-
Siswa SMK Ditemukan Tewas di Tempat Sampah, Pergelangan Kaki Patah
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
Febrie Adriansyah Bantah Terima Rp 40 Miliar dari Tan Kian:
-
Perang AS-Iran Bikin Minyak Dunia Memanas, Harga Tembus US$95/Barel
-
Tersiksa dengan Kabut Asap Kalimantan, Malaysia Desak ASEAN Tinjau Perjanjian AATHP
-
Frustrasi Berujung Darah: Alasan Memilukan Pria di Bojonegoro Habisi Nyawa Sang Ibu
-
Bukan Sekadar Berkarya, Menulis Bisa Bikin Hati dan Pikiran Lebih Lega
-
Emas Melejit hingga Beras Melilit: Menakar Napas Ekonomi Lampung di Akhir 2026
-
Bikin Heboh! Pertamina Batalkan Aturan Beli BBM Subsidi Pakai STNK
-
BGN Bakal Ubah Skema Insentif Dapur MBG Rp 6 Juta
-
Cara BUMN Garap Potensi Ekonomi Pesisir
-
Mengapa Unhas Beri Gelar Honoris Causa kepada Xanana Gusmao?