Suara.com - Bus TransJakarta tetap beroperasi di Hari Raya Idul Adha, Minggu (11/8/2019) hari ini. Namun operasionalnya dimundurkan mulai pukul 09.00 WIB.
Kepala Divisi Sekretaris Korporasi PT Transportasi Jakarta Nadia Diposanjoyo mengatakan, pengemudi TransJakarta baru bekerja setelah salat ied.
"Sesudah salat ied kami akan mulai beroperasi mengantarkan masyarakat yang ingin bersilaturahmi di Hari Idul Adha. Kami cukupkan pasokan bus dengan petugasnya sebagaimana hari raya tahun-tahun sebelumnya,” kata Nadia, Minggu (11/8/2019).
Untuk menyemarakkan Hari Raya Idul Adha, PT Transportasi Jakarta juga mewajibkan seluruh pengemudi dan awak busnya untuk mengenakan pakaian muslim dan kebaya untuk yang perempuan.
"Untuk menyemarakkan suasana Hari Raya, Petugas Layanan TransJakarta menggunakan pakaian khusus. Petugas laki-laki akan menggunakan baju koko dengan peci, sementara petugas perempuan menggunakan busana muslimah/baju emcim dan kerudung", imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
Pilihan
Terkini
-
Tambang Emas Ilegal di Cigudeg Sulit Diberantas? Diduga Ada Cepu Bocorkan Razia Polisi
-
Darah Tumpah di Caracas, 75 Tewas Saat Pasukan AS Serbu dan Tangkap Presiden Maduro
-
Wagub Babel Dicecar 10 Jam di Bareskrim, Misteri Ijazah Sarjana Terkuak?
-
Yusril Sebut Batas Kritik dan Hinaan di KUHP Baru Sudah Jelas
-
Update Terbaru Kompleks Haji Indonesia di Arab Saudi, Siap Meluncur Tahun Ini
-
Rugikan Negara Rp16,8 Triliun, Isa Rachmatarwata Dipenjara 1,5 Tahun
-
'Raja Bolos' di MK: Anwar Usman 113 Kali Absen Sidang, MKMK Cuma Kirim Surat Peringatan
-
4 WNA Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Kapal PT ASL Shipyard di Batam
-
AS Ancam 'Serang' Iran, Senator Sebut Rezim Teheran Mirip dengan Nazi
-
Anak Marah Gawainya Dilihat? Densus 88 Ungkap 6 Ciri Terpapar Ekstremisme Berbahaya