Suara.com - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Aceng Fikri tepergok berduaan dengan seorang wanita di sebuah hotel melati di Kawasan Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (23/8/2019) dini hari.
Saat itu, ia terjaring Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung, yang tengah melakukan razia yustisi.
Sosok pejabat pemerintahan asal Garut ini sudah lama akrab dengan kontroversi. Berbagai kabar menggemparkan tentangnya beberapa kali menghiasi media.
Berikut lima fakta tentang Aceng Fikri yang dihimpun SUARA.com:
1. Nikah kilat
Pada akhir 2012, saat menjabat sebagai Bupati Garut, Aceng Fikri dibanjiri hujatan gara-gara perkawinan sirinya yang berlangsung sangat singkat dengan gadis 18 tahun bernama Fani Oktora.
Pria yang sebelumnya menikah sejak 1995 dengan Nurrohimah itu disebut-sebut mengaku duda pada Fani Oktora. Namun, hanya dalam waktu empat hari setelah sah menjadi suami Fani Oktora, Aceng Fikri menceraikannya melalui pesan singkat.
Alasannya, menurut Aceng Fikri, Fani Oktora sudah tidak perawan. Dirinya bahkan membuat pernyataan kontroversial dengan menyebut pernikahan itu sebagai 'uji petik'.
2. Tak hanya sekali nikah kilat
Baca Juga: Aceng Fikri Berharap Ada Bakal Cagub Jabar yang Mau Meminangnya
Gara-gara polemik dengan Fani Oktora, terbongkar bahwa ternyata Aceng Fikri sudah pernah nikah kilat sebelumnya.
Seorang wanita asal Karawang, Jawa Barat bernama Shinta Larasati mengaku pernah dinikahi selama dua bulan oleh Aceng Fikri dan diceraikan melalui pesan singkat pula pada Juni 2011.
Namun, Aceng Fikri mengaku bahwa isu nikah kilat tersebut hanyalah kampanye hitam lantaran saat itu Garut tengah bersiap menjelang pilkada.
3. Diberhentikan jadi bupati
Karena perkawinan singkatnya yang menggemparkan publik, Aceng Fikri tak hanya menanggung beban cibiran massa.
Ia juga harus menanggalkan jabatannya sejak Juni 2009 sebagai bupati. Pria 46 tahun itu pun menjadi pejabat terpilih langsung pertama yang dimakzulkan secara paksa pada Februari 2013.
Berita Terkait
-
Anggota DPD Aceng Fikri Kena Razia Satpol PP di Hotel Melati Bareng Cewek
-
Tolak Ibu Kota Dipindah, Fahira Idris hingga Jimly Asshiddiqie Temui Anies
-
Kena Razia di Hotel, Wanita Muda di Tangerang Malah Minta Dinikahkan
-
Komite I DPD RI Pastikan Tak Ada Kecurangan pada Situng KPU
-
KPU Ultimatum OSO Harus Serahkan Surat Mundur dari Hanura Besok
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!