Suara.com - Beberapa waktu lalu, seorang turis ditagih Rp 4 juta usai ketahuan lupa mematikan ponsel di pesawat.
Dilansir Suara.com dari laman Fox News, Selasa (3/9/19) turis yang tidak disebutkan namanya ini lupa mematikan ponsel ketika naik pesawat. Tak main-main, tagihan ponsel miliknya mencapai angka 300 dolar Amerika.
Awalnya, turis tersebut dikabarkan melakukan perjalanan dengan pesawat Aer Lingus di Irlandia.
Turis tersebut meletakkan ponselnya di kompartemen kabin tetapi lupa untuk menyalakan mode pesawat (Flight Mode), otomatis paket data serta roamingnya aktif.
Ponsel milik turis tadi juga terkoneksi langsung dengan jaringan berbayar Aer Lingus yakni Aeromobile, duh jadi berlipat ganda bukan tagihannya?
Tiba di tempat tujuan, turis tersebut terkejut bukan main karena mendapatkan tagihan sekitar Rp 4 juta.
Tak hanya turis penumpang Air Lingus itu saja yang pernah mengalami tagihan ponsel membengkak gara-gara lupa mematikan ponsel di pesawat.
Ternyata, ada turis lain yang pernah mengalami peristiwa serupa.
Akibatnya, turis tersebut ditagih Rp 103 ribu per MB data yang dipakainnya pada jaringan Aeromobile milik pesawat Aer Lingus.
Baca Juga: Kurangi Jejak Karbon Pesawat, Pasangan Ini Pilih Naik Kapal Keliling Dunia
Juru bicara maskapai Aer Lingus ikut angkat bicara terkait Aeromobile tersebut.
Aeromobile sendiri terntara adalah rekanan pihak ketiga yang menyediakan jaringan seluler para penumpang di pesawat.
Tak hanya Aer Lingus, ternyata maskapai seperti Emirates, Lufthansa dan Virgin Atlantic juga menggunakan jasa Aeromobile ini.
Dirinya juga menyarankan para penumpang untuk sebaiknya tidak mengaktifkan ponsel selama di dalam pesawat.
Jika ingin tetap menyalakan ponsel, ada baiknya penumpang menyalakan Flight Mode selama penerbangan.
Berita Terkait
-
Menghitung Harga Tiket Pesawat Setelah Avtur Naik 70%
-
Harga Tiket Pesawat Domestik Garuda Indonesia Resmi Naik!
-
Kenapa Harga Tiket Pesawat Naik? Penerbangan Domestik Lebih Mahal dari Internasional
-
DPR Ingatkan Kenaikan Tiket Pesawat Hanya Langkah Darurat, Bukan Kebijakan Permanen
-
Boleh Dicuci seperti Reza Arap? Ini Cara Membersihkan iPhone yang Benar
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'
-
Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS
-
Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle
-
Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri
-
Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?
-
Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus
-
Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital
-
Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai
-
Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek