Suara.com - Bupati Muara Enim, H. Ahmad Yani, terjaring OTT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Senin (2/9/2019) malam di Sumatera Selatan. Ahmad Yani diduga terlibat dalam kasus suap proyek pembangunan Kabupaten Muara Enim.
Ahmad Yani ditangkap bersama tiga orang lainnya. Mereka dari unsur pejabat kabupaten Muara Enim dan pihak swasta.
Wartawan Suara.com menelusuri rekam jejak kekayaan Bupati Ahmad Yani, dengan mengecek laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dari https://elhkpn.kpk.go.id.
Ahmad Yani diketahui memiliki kekayaan mencapai Rp 4.725.928.566. Dimana pelaporan kekayaan Yani diketahui sejak menjadi Bupati pada Tahun 2018.
Untuk harta tak bergerak Ahmad Yani memiliki tanah dan bangunan dengan nilai Rp 2.5 miliar. Tanah dan bangunan itu tersebar di wilayah Muara Enim, Banyuasin dan Palembang.
Selain itu, harta bergerak milik Ahmad Yani yakni berupa mobil dan motor dengan nilai mencapai Rp 855 juta. Dimana ada enam mobil dengan merek Daihatsu Taft tahun 1983, Yoyota Agya tahun 2014, dan Nissan Grand Livina tahun 2012.
Selanjutnya, Honda Brio Satya tahun 2016, Toyota Land Cruiser tahun 1997, serta Mitsubishi Pajero tahun 2019. Sementara satu motor yang tercatat dalam LHKPNnya yakni Vespa P150X tahun 1981.
Kemudian harta bergerak lainnya mencapai Rp 350 juta. Selain itu Yani memiliki kas mencapai Rp 1 miliar.
Meski begitu, Ahamad Yani memiliki hutang mencapai Rp 179 juta. Sehingga, total seluruh harta kekayaan Ahmad Yani mencapai Rp 4.725.928.566.
Baca Juga: Bupati Muara Enim Kena OTT KPK Terkait Proyek Pembangunan
Untuk diketahui, Ahmad Yani hingga kini masih menjalani pemeriksaan intensif penyidik KPK bersama tiga orang lainnya di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.
Dalam kasus tersebut, KPK menyita 35 ribu dolar AS dalam OTT tersebut. Hingga kini masih menunggu status hukum keempatnya apakah akan ditetapkan sebagai tersangka.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG
-
Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri
-
Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati
-
KPK Cecar Fadia Arafiq Soal Penukaran Valas yang Diduga dari Hasil Korupsi
-
Kena Penggusuran, Belasan Penghuni Rumdis PAM Jaya Benhil Dapat Rp50 Juta dan Rusun Gratis
-
Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan
-
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret
-
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah
-
Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan