Suara.com - Sebelum melaksanakan niatnya untuk menghabisi nyawa sang suami Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54), Tersangka Aulia Kesuma sempat melayani sang suami bersetubuh pada Jumat (23/9/2019) malam.
Keduanya bersetubuh di rumahnya berada di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Menurut pengakuan Aulia, keinginan tersebut memang karena sang suami membujuknya untuk melakukan hubungan seksual.
"(Pembunuhan) hari Jumat malam. Jumat malam itupun setelah saya melakukan hubungan suami istri karena memang Pak Edi kan setiap seminggu tiga kali minta jatah," ungkap Aulia di Polda Metro Jaya, Selasa (3/9/2019).
Persetubuhan berlangsung kurang lebih 45 menit. Dalam kurun waktu itu, 30 menit terpangkas untuk menonton blue film atau video porno.
Seusai bersetubuh, Edi sempat keluar kamar untuk memberi pakan ikan peliharaan, menonton televisi, dan bermain ponsel genggam. Aulia gusar, sebab obat valders yang digerusnya ke dalam jus tomat belum bekerja.
Sementara, dua eksekutor bernama Kusmawanto Agus dan Muhammad Nur Sahid telah bersiap di luar kamar. Singkatnya, mereka siap mengeksekusi Edi saat sedang lelap.
Gerusan Valdres mulai bekerja, Edi lantas kembali ke kamar. Edi berujar pada Aulia, "kok mulutnya pahit ya? Kamu sih. Gara-gara kasih jus sama pare jadi pahit. Tolong ambilkan minum dong".
"Jadi jus itu jus tomat dan jeruk. Saya setiap hari beli jus kemasan stok banyak. Itu dikasih minum jus sebelum berhubungan," kata Aulia.
Edi kemudian terlelap. Dua eksekutor harus menunggu sekira tiga hingga empat jam sebelum mengeksekusi Edi malam itu.
Baca Juga: Bakar Suami dan Anak, Aulia Kesuma Meniru Adegan Sinetron?
Dalam kasus ini, Aulia dan anaknya, KV alias Kelvin sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Dari pengembangan kasus ini, polisi juga telah menangkap dua dari empat pembunuhan bayaran yang disewa Aulia untuk menghabisi suami dan anak tirinya.
Mereka adalah Kusmawanto Agus dan Muhammad Nur Sahid yang ditangkap di Lampung pada Selasa (27/8/2019).
Belakangan, mulai terungkap motif pembunuhan yang digagas oleh Aulia. Selain terlilit utang, motif pembunuhan ditengarai lantaran Aulia hendak menguasai harta sang suami. Istri kedua Edi itu menjanjikan uang kepada para eksekutor sebesar Rp 500 juta agar bisa menghabisi nyawa suami dan anak tirinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT