Suara.com - Cerita horor soal pengalaman kuliah kerja nyata (KKN) sekelompok mahasiswa di Jawa Timur sedang viral di media sosial. Cerita horor itu dikenal dengan judul KKN di Desa Penari yang diunggah oleh akun Twitter Simple Man.
Setiap orang yang menyimak cerita horor tentang KKN di Desa Penari ini mungkin akan merasa merinding dengan cerita-cerita mistis yang ada didalamnya.
Namun, kengerian cerita horor KKN Desa Penari seolah sirna ketika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membuat postingan yang membuat orang tertawa saat membacanya.
Bagaimana tidak, BMKG dalam postingan di akun Instagram resminya @infobmkg malah mengajak Badarawuhi sebutan para lelembut atau makhluk gaib penghuni Desa Penari untuk menginstal aplikasi BMKG.
"Mendapatkan informasi BMKG adalah hak seluruh penghuni Indonesia. Oleh karena itu sampaikan ke keluarga anda, teman anda, kolega anda, peliharaan anda untuk meng-install aplikasi info BMKG, follow akun medsos @infobmkg baik Twitter, YouTube, Facebook dan Instagram agar selalu update informasi cuaca, iklim dan gempa bumi. Kira-kira Badarawuhi udah kenal HP ndag yah?" tulis akun BMKG.
Tak pelak, postingan BMKG soal Desa Penari pun langsung dibanjiri komentar warganet. Hingga berita ini dimuat, telah ada hampir 50.000 komentar yang membanjiri postingan tersebut.
@rohmahsiti288 Tolong naikkan gaji admin BMKG
@auliyababystore prakiraan cuaca di desa penari hari ini menurut analisa BMKG : masih mencekam dan ga hujan-hujan
@alve_sa Adminnya ngajak becanda nih, .saya baca caption serius banget malah ujungnya nanyain si Badarawuhi, .Ashiiiaaaappp autu pengen nampol si mimin
Baca Juga: Penampakan Kereta Api Bima Ayu Tujuan Desa Penari Ini Jadi Viral
@naelgi Astaga, admin bmkg kobam juga ternyata..
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!